Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Masa Depan Umat Hindu hingga Indonesia Emas 2045 Dibahas
JAKARTA Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026). For
NASIONAL
BITVONLINE.COM– Ketua DPR RI, Puan Maharani, bersama Presiden Prabowo Subianto, menyuarakan isu kemiskinan dan kelaparan dalam forum internasional G20, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030. Dalam pernyataannya di G20 Parliamentary Speaker’s Summit (P20) ke-10 yang diadakan di Brasil, Puan menekankan pentingnya upaya global untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan, dua masalah yang kini menjadi perhatian dunia.
Puan menyebutkan bahwa lebih dari 700 juta orang atau sekitar 8,5 persen dari populasi dunia masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak negara berkembang yang menghadapi kesulitan akibat beban utang yang besar dan tantangan geopolitik yang mengalihkan perhatian dari masalah-masalah sosial. “Dalam menghadapi masalah ini, kita harus berkolaborasi secara efektif agar dapat mencapai target SDGs pada 2030,” kata Puan dalam pidatonya di forum parlemen G20 yang dihadiri oleh pemimpin parlemen dari berbagai negara.
Pesan Puan ini sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT G20 yang juga diadakan di Brasil, yang menyoroti pentingnya mengatasi kemiskinan dan kelaparan sebagai prioritas utama Indonesia. Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kelaparan di Indonesia, di mana masih ada 25 persen anak-anak yang kelaparan setiap harinya. Ia juga menggarisbawahi bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong pemerintah Indonesia untuk memprioritaskan anggaran untuk sektor pendidikan.
Prabowo lebih lanjut menekankan bahwa solusi terhadap masalah kelaparan bisa ditemukan melalui program makan bergizi gratis yang akan membantu keluarga-keluarga miskin di Indonesia. “Pendidikan dan pemberian makanan bergizi adalah cara kita untuk keluar dari lingkaran kemiskinan,” ujarnya dalam KTT G20. Pesan ini juga tercermin dalam pernyataan Puan di forum P20, di mana ia menyebutkan pentingnya memobilisasi sumber daya keuangan, termasuk dari sektor swasta, untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan global.
Puan juga menyoroti ketegangan geopolitik yang sering kali mengalihkan perhatian dari masalah kemiskinan. “Pengeluaran militer global yang mencapai US$ 2,4 triliun pada 2023, sangat jauh lebih besar daripada bantuan pembangunan resmi (ODA) yang hanya sebesar US$ 223,7 miliar. Jika belanja militer global dipangkas dan dialihkan untuk pembangunan sosial, kita bisa menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan dan kelaparan,” tambah Puan.
Meskipun pesan ini sangat relevan dengan kondisi global saat ini, pengamat hubungan internasional, Anton Aliabbas, menilai bahwa langkah Puan dan Prabowo ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memimpin upaya global untuk mencapai SDGs. “Diplomasi Indonesia melalui pemerintah dan parlemen semakin terorkestrasi dengan baik. Isu yang mereka angkat menunjukkan perhatian besar Indonesia terhadap masalah global dan komitmennya untuk berkontribusi dalam memerangi kemiskinan dan kelaparan,” ujar Anton dalam keterangannya.
Kedua pemimpin ini juga mengingatkan bahwa penyelesaian masalah-masalah besar dunia memerlukan kolaborasi yang lebih luas antara negara-negara maju dan berkembang. Dalam kesempatan tersebut, Puan mendorong seluruh negara anggota G20 untuk memperbaharui komitmen politik mereka, memperbaiki alokasi anggaran negara mereka untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan, serta menciptakan dunia yang lebih damai dan sejahtera.
“P20 bisa menjadi wadah untuk memperkuat komitmen kita dalam menangani krisis global, termasuk masalah kemiskinan dan kelaparan. Negara-negara besar harus berani memberi contoh dalam menangani masalah ini,” kata Puan, yang juga menyarankan agar negara-negara G20 mengalokasikan sebagian besar anggaran militer mereka untuk membantu masyarakat miskin.
Di akhir pidatonya, Puan mengajak seluruh anggota parlemen di dunia untuk berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan global ini. “Kita bisa membuat perbedaan. Kita bisa mempengaruhi pemerintah kita masing-masing untuk bekerja lebih keras dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan,” ujarnya.
Puan dan Prabowo berharap bahwa kolaborasi global yang lebih efektif dapat mempercepat pencapaian SDGs dan menciptakan dunia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026). For
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas dengan Malaysia. Hal itu disampai
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau penyelesaian pembangunan Stadion Teladan dan menemukan sejumlah bagian yang masih
PEMERINTAHAN
JAKARTA Istana membantah isu adanya upaya menyingkirkan orangorang Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) dari pemerintahan Presiden Prabo
POLITIK
MEDAN Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim disebut sudah mengetahui keberadaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar telah menetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) yang akan didukung pada Pilpres 2029. Nam
POLITIK
MEDAN Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial RS yang diduga menjadi kurir narkotika ja
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menghadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan pela
NASIONAL
JAKARTA Mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Hery Susanto membantah menerima uang dari Agung Winarno dalam perkara dugaan tinda
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh bersama TNI dan Pemerintah Aceh mematangkan kesiapan pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi KeII Tahu
NASIONAL