Data Dukcapil Bongkar Fakta Unik: 190 Orang Bernama Uzumaki, Cancer Jadi Zodiak Terbanyak
JAKARTA Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sejumlah fakta unik dari da
NASIONAL
JAKARTA – Desakan agar pemerintah menetapkan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera sebagai bencana nasional terus menguat.
Hal ini bertentangan dengan pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya yang menegaskan penanganan bencana telah dilakukan secara nasional sejak hari pertama.
Juru Bicara DPP Gerakan Rakyat, Robby Kusumalaga, menekankan bahwa korban bencana bukan sekadar angka, melainkan nyawa warga negara yang harus dijamin keselamatannya.Baca Juga:
"Korban bukan sekadar statistik. Ini adalah nyawa warga negara yang dijamin konstitusi," ujarnya dalam konferensi pers di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).
Berdasarkan data BNPB hingga 18 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.068 jiwa, terdiri atas 456 jiwa di Aceh, 366 di Sumatera Utara, dan 246 di Sumatera Barat.
Selain itu, 190 orang dilaporkan hilang dan 537.185 jiwa kini berada di pengungsian.
Robby menyebut kerusakan infrastruktur vital, seperti jalan lintas provinsi, jembatan, dan rumah sakit, menyebabkan distribusi bantuan terganggu dan sejumlah desa terisolasi selama berminggu-minggu.
Ia menilai kondisi ini memenuhi indikator penetapan Bencana Nasional sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007, termasuk besarnya korban jiwa, luas wilayah terdampak, kerusakan infrastruktur, serta dampak sosial-ekonomi yang meluas.
Gerakan Rakyat juga menyoroti faktor lingkungan, seperti deforestasi dan alih fungsi lahan, yang memperparah dampak bencana.
Mereka menuntut empat hal: penetapan status Bencana Nasional, pembukaan akses bantuan internasional, moratorium izin tambang dan sawit beserta audit lingkungan, serta mobilisasi penuh TNI, Polri, Basarnas, dan BNPB untuk membuka akses wilayah terisolasi.
Di sisi lain, Seskab Teddy menegaskan pemerintah pusat telah menurunkan lebih dari 50.000 personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan untuk menangani bencana, meski tanpa menetapkan status bencana nasional.
Ia juga menyebut pemerintah telah mengucurkan dana hingga Rp60 triliun untuk pemulihan, termasuk pembangunan hunian sementara, perbaikan infrastruktur, dan bantuan langsung kepada kepala daerah.
"Jembatan putus langsung dikerjakan, ada yang selesai dalam 7 sampai 10 hari. Itu kerja besar, melibatkan banyak orang," kata Teddy.
Ia menambahkan, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan penggunaan dana pusat untuk seluruh proses tanggap darurat dan pemulihan, tanpa bergantung pada status bencana nasional.
Meski demikian, desakan masyarakat dan organisasi sipil untuk menetapkan status bencana nasional tetap riuh, menjadi simbol tuntutan transparansi dan percepatan pemulihan pascabencana.*
(tm/dh)
JAKARTA Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sejumlah fakta unik dari da
NASIONAL
KARO Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami peningkatan. Meski status gunung api terseb
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang perempuan berinisial L (35), mantan istri anggota Polri berinisial Brig
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengapresiasi komitmen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kh
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menjalankan arahan Menteri Dalam Negeri
PEMERINTAHAN
MEDAN Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Dusun Padang Nabidang, Desa Pematang, Kabupaten Lab
PENDIDIKAN
MAKASSAR Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan para kepala daerah agar tidak hanya bergantun
NASIONAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyalurkan bantuan berupa donasi uang tunai d
NASIONAL
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara, dituntut h
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR Sumatera) akan mengawal usulan perc
NASIONAL