BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Pers Indonesia Hadapi Tantangan AI, Etika dan Kemanusiaan Jadi Prioritas

gusWedha - Rabu, 24 Desember 2025 09:08 WIB
Pers Indonesia Hadapi Tantangan AI, Etika dan Kemanusiaan Jadi Prioritas
Pernyataan tersebut disampaikan Munir dalam diskusi Kaleidoskop Media Massa 2025 yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa pers Indonesia harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan etika jurnalistik di tengah gempuran disrupsi teknologi, dominasi algoritma, serta perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pernyataan tersebut disampaikan Munir dalam diskusi Kaleidoskop Media Massa 2025 yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/12/2025), sebagai bagian dari rangkaian Pra Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored.

Baca Juga:

"Tahun 2025 menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk mempertanyakan kembali peran media sebagai pilar keempat demokrasi. Pers saat ini menghadapi tantangan serius, mulai dari keberlanjutan industri media, integritas profesi, hingga tekanan transformasi digital," ujar Munir.

Munir menekankan pentingnya pemberitaan berbasis kemanusiaan, terutama di tengah bencana alam. Ia mencontohkan banjir bandang dan longsor di Sumatera sebagai pengingat bahwa media harus menempatkan manusia di pusat liputan.

"Kehadiran pers di tengah bencana bukan sekadar soal kecepatan. Pers harus membantu masyarakat tetap berpikir jernih melalui informasi yang akurat, terverifikasi, dan berimbang," jelasnya.

Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto menambahkan, dominasi media sosial dan platform digital menjadi ancaman nyata bagi eksistensi media arus utama.

Banyak media arus utama kehilangan kemampuan untuk menempatkan koresponden di berbagai daerah karena keterbatasan finansial.

Namun, beberapa anggota Dewan Pakar PWI, termasuk Dhimam Abror, Effendi Gazali, dan budayawan Sujiwo Tejo, menekankan bahwa teknologi, termasuk AI dan algoritma, bukan hanya ancaman, tetapi juga peluang untuk menciptakan keseimbangan baru dalam industri media.

Menutup diskusi, Munir menegaskan komitmen PWI untuk terus memperkuat kapasitas insan pers, menjaga standar etika, dan mendorong jurnalisme yang bertanggung jawab.

"Pers Indonesia harus menjadi pilar demokrasi sekaligus pilar kemanusiaan. Hadir saat bencana, setia mengawal pemulihan, dan konsisten menyalakan harapan bagi bangsa dan negara," pungkasnya.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Empat Orangutan Korban Perdagangan Ilegal Kembali ke Indonesia dari Thailand
Embung Kemiling di Bandar Lampung, Sekda Pastikan Pembangunan Sesuai Jadwal
Mendiktisaintek Wacanakan Mata Kuliah Koperasi Wajib di Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
20 Advokat Baru di Banda Aceh Disumpah, Ketua PT: Jadilah Advokat Progresif
Ridwan Kamil: Saya Banyak Khilaf, Atalia Berhak Bahagia Tanpa Saya
Bea Cukai Sumut Musnahkan Rokok Ilegal Rp 1,59 Miliar, Ingatkan Masyarakat Aktif Laporkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru