Salah satu pendaki, Farhan, berhasil turun ke Desa Tegalmulyo pada Minggu (21/12) dan melaporkan dua temannya, Panji Rizky dan Aldo, hilang.
"Fakta di lapangan menunjukkan perlengkapan mereka sangat tidak memadai. Salah satunya hanya membawa tas kecil, sandal jepit, dan satu tumbler," ujar Indiarto, Jumat (26/12).
Ketiga pendaki ini menapaki jalur Kalitalang yang tidak resmi.
Meski demikian, mereka berhasil mencapai area Pasar Bubrah di dekat puncak.
Saat turun, mereka tidak menggunakan jalur yang sama, melainkan menuruni jalur Sapu Angin.
Di sekitar Pos 2, Rizky mengalami kelelahan dan harus bermalam di gunung.
Farhan dan Aldo kemudian turun untuk meminta bantuan.
Namun, perjalanan Farhan sempat terhenti karena harus merosot dari ketinggian 15–20 meter di dekat Gua Jepang, hingga akhirnya terpisah dari teman-temannya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan persiapan matang saat mendaki gunung, terutama Gunung Merapi yang berstatus aktif.*