JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak terkait segera mengajukan tambahan anggaran untuk pemulihanbencana di Sumatera.
Permintaan ini disampaikan Purbaya usai menghadiri Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026, Jumat (2/1/2026).
"Saya hanya mengimbau sedikit ke BNPB dan pihak-pihak yang menangani bencana, kalau perlu dana, cepat ajukan. Kami dananya sudah siap," ujar Menkeu.
Purbaya menekankan bahwa korban bencana membutuhkan bantuan cepat agar kebutuhan dasar, seperti hunian sementara, jembatan darurat, dan peralatan, dapat segera terpenuhi.
Dia memastikan ruang fiskal pemerintah siap mendukung pemulihan daerah terdampak.
Hingga akhir 2025, sisa anggaranBNPB tercatat sebesar Rp1,51 triliun. Sebelumnya, BNPB telah mengajukan tambahan anggaran Rp1,4 triliun, termasuk Rp650 miliar untuk bencana di Sumatera.
Menkeu juga mengusulkan agar pencairan dana bencana tidak hanya dilakukan oleh BNPB, tetapi juga melalui Satuan Tugas Darurat Jembatan (Satgas Jembatan).
Satgas ini dibentuk atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan berada di bawah koordinasi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), untuk membangun jembatan darurat di wilayah terpencil dan terdampak bencana.
Purbaya menegaskan, Satgas Jembatan dapat mengajukan pencairan dana hingga Rp1 triliun dari sisa anggaranBNPB.
Dana ini bisa digunakan untuk melunasi utang pembangunan jembatan, pengadaan alat berat, dan biaya konstruksi lainnya.
Langkah ini diambil setelah laporan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terdampak bencana selama ini dilakukan secara swadaya bahkan sampai berutang.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap pemulihan pasca bencana di Sumatera dapat berjalan lebih cepat, aman, dan tepat sasaran.*