BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Pertamina Hulu Gandeng Yayasan SALAKHA Perkuat Kesiapsiagaan Banjir Jabodetabek

gusWedha - Jumat, 09 Januari 2026 13:24 WIB
Pertamina Hulu Gandeng Yayasan SALAKHA Perkuat Kesiapsiagaan Banjir Jabodetabek
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Kantor Pusat PHI, Jakarta, pada akhir Desember 2025. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menjalin kerja sama dengan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) dalam pembentukan Tim Tanggap Darurat Banjir.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Pusat PHI, Jakarta, pada akhir Desember 2025.

Direktur Utama PHI Sunaryanto mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah Jabodetabek.

Baca Juga:

Menurut dia, respons bencana yang terencana dan terstruktur menjadi bagian penting dalam pengelolaan risiko perusahaan.

"Kesiapsiagaan dan respons yang sistematis terhadap potensi banjir merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko bencana. Melalui kolaborasi ini, kami berharap kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat dapat semakin kuat," kata Sunaryanto dalam keterangan tertulis.

Sunaryanto menambahkan, PHI berkomitmen mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam upaya tanggap bencana.

Sinergi dengan Yayasan SALAKHA diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Yayasan SALAKHA Baharudin Rahman menyatakan pihaknya akan memberikan pendampingan teknis, arahan, serta pelatihan bertahap yang dilengkapi dengan sertifikasi bagi relawan PHI.

Program tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi dan kesiapan tim dalam menghadapi situasi darurat banjir.

"Kolaborasi ini menjadi langkah preventif yang strategis, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat sekitar.

Pendekatan peningkatan kapasitas menjadi kunci dalam membangun ketahanan terhadap bencana," ujar Baharudin.

Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa merupakan lembaga yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan dengan menitikberatkan pada pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Kerja sama antara PHI dan SALAKHA diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapan internal perusahaan, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang memberikan dampak sosial dan lingkungan, serta mendukung ketahanan wilayah rawan bencana.

PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10.

PHI menjalankan operasinya dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dituduh Gelapkan Dana, Eks Karyawan Ajukan Uji Materi KUHP dan KUHAP Baru ke MK
Tiga PUD Kota Medan Resmi Miliki Direksi Baru, Wali Kota Rico Waas Dorong Kinerja Maksimal dan Profitabilitas
Purbaya Sentil Pengusaha Batu Bara soal Pajak: Kalau Tak Mau, Ditutup
Mengembalikan Periset BRIN ke Daerah
Pipa Gas BUMN Meledak di Indragiri Hilir, Lalu Lintas Riau–Jambi Macet
OJK Restrukturisasi Kredit Nyaris Rp 400 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru