BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Iran Bantah Laporan The New York Times tentang Pertemuan Elon Musk dengan Duta Besar PBB

BITVonline.com - Sabtu, 16 November 2024 12:10 WIB
Iran Bantah Laporan The New York Times tentang Pertemuan Elon Musk dengan Duta Besar PBB
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM– Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Sabtu (16/11/2024) menegaskan bahwa laporan yang diterbitkan oleh The New York Times mengenai pertemuan antara miliarder teknologi Amerika, Elon Musk, dengan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, adalah salah informasi. Baghaei dengan tegas membantah bahwa pertemuan tersebut pernah terjadi dan mengungkapkan keterkejutannya atas pemberitaan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah Iran, IRNA, Baghaei menyatakan bahwa laporan yang mengklaim adanya pertemuan antara Musk dan Iravani adalah sepenuhnya tidak benar. “Kami sangat terkejut dengan laporan dari media Amerika ini,” ujar Baghaei, yang juga menambahkan bahwa tidak ada pertemuan semacam itu yang berlangsung antara Musk dan pejabat tinggi Iran.

Sebelumnya, pada Jumat (15/11/2024), The New York Times melaporkan bahwa Elon Musk, yang dikenal sebagai pendiri Tesla dan SpaceX, bertemu dengan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, pada awal pekan ini. Laporan tersebut mengutip sumber-sumber anonim di Iran yang menggambarkan pertemuan tersebut dalam nada positif, dengan mengklaim bahwa pembicaraan itu bertujuan untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran.

Namun, pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran membantah secara keras klaim tersebut, menyebutnya sebagai bentuk distorsi media. Menurut Baghaei, laporan yang muncul di The New York Times adalah “sebuah kesalahan” dan “tidak mencerminkan kenyataan.”

Laporan tersebut semakin memunculkan spekulasi di AS mengenai hubungan Musk dengan pemerintahan presiden terpilih Donald Trump, terutama setelah Musk diumumkan sebagai salah satu calon yang akan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah, sebuah departemen baru yang dibentuk oleh Trump untuk merombak birokrasi federal. Penunjukan Musk ini memunculkan pertanyaan di kalangan politisi dan pengamat tentang pengaruh kelompok bisnis tertentu dalam kebijakan luar negeri dan administrasi pemerintahan AS, termasuk potensi hubungan bisnis Musk dengan negara-negara seperti Iran.

The New York Times juga menyebutkan bahwa sebagian media di Iran, terutama yang berafiliasi dengan kelompok reformis dan mendukung Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menggambarkan pertemuan tersebut dengan nada yang lebih positif, meskipun pernyataan resmi Iran menegaskan bahwa laporan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

Laporan ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan berbagai insiden diplomatik dan kebijakan internasional yang memperburuk hubungan kedua negara. Iran sering kali terlibat dalam diplomasi yang sangat hati-hati di tingkat internasional, dan potensi keterlibatan Elon Musk dalam percakapan dengan pejabat tinggi Iran semakin menambah dinamika kompleks hubungan bisnis dan politik antara negara-negara besar.

Beberapa analis juga menyoroti bahwa dengan latar belakang Musk sebagai seorang miliarder yang terlibat dalam teknologi tinggi dan kebijakan energi, ada kemungkinan bahwa isu-isu ekonomi dan teknologi dapat menjadi bagian dari pertemuan tersebut jika memang terjadi. Namun, mengingat bantahan keras dari pihak Iran, kemungkinan tersebut masih berada dalam ranah spekulasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Elon Musk dan pemerintahan AS belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai laporan yang berkembang tersebut. Musk, yang sering kali menghindari keterlibatan dalam isu-isu politik secara langsung, belum mengeluarkan pernyataan terkait tuduhan pertemuan tersebut. Begitu juga dengan pemerintah AS, yang tidak memberikan klarifikasi resmi mengenai hubungan Musk dengan pemerintah Iran.

Meskipun laporan The New York Times menarik perhatian banyak pihak, pernyataan tegas dari Iran membantah adanya pertemuan antara Elon Musk dan Duta Besar Iran untuk PBB menambah lapisan ketidakpastian di tengah spekulasi mengenai hubungan antara pengusaha teknologi besar dan politik internasional. Untuk saat ini, klaim mengenai pertemuan tersebut masih menjadi isu yang kontroversial dan membutuhkan lebih banyak klarifikasi. (JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru