BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Gus Yahya Ungkap Alasan Prabowo Ajak RI Gabung Board of Peace

Dharma - Selasa, 03 Februari 2026 20:33 WIB
Gus Yahya Ungkap Alasan Prabowo Ajak RI Gabung Board of Peace
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kompak menghadiri undangan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).(foto: Kompas/Rahel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengungkapkan penjelasan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana partisipasi Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Penjelasan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca Juga:
Menurut Yahya, Presiden membeberkan pertimbangan-pertimbangan realistis yang mendasari keputusan Indonesia bergabung dalam forum internasional tersebut.

Prabowo, kata dia, menekankan pentingnya memanfaatkan peluang diplomasi global yang tersedia agar Indonesia dapat berkontribusi lebih konkret dan berdampak nyata bagi perjuangan rakyat Palestina.

"Kami mendapatkan penjelasan yang ekstensif dari Presiden mengenai pertimbangan-pertimbangan realistis yang harus dibuat agar Indonesia bisa lebih progresif dan mengejar hasil yang lebih nyata untuk menolong Palestina," ujar Yahya usai pertemuan.

Yahya menuturkan, Prabowo menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Board of Peace tidak akan berdiri sendiri.

Keterlibatan tersebut, kata dia, akan dibarengi dengan konsolidasi yang erat di antara negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang turut berada dalam forum yang sama.

Langkah itu dimaksudkan agar setiap kebijakan dan keputusan yang dihasilkan tidak bersifat sepihak, melainkan menjadi upaya kolektif yang terkoordinasi dengan tujuan utama membela dan membantu Palestina.

"Apa yang dilakukan di dalam dewan itu akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang sejak awal memiliki motivasi untuk membela dan membantu Palestina," kata Yahya.

Dalam pertemuan tersebut, Yahya mengaku turut menyampaikan pesan kepada Presiden agar pemerintah Indonesia tidak terbawa arus inisiatif internasional yang berpotensi merugikan perjuangan rakyat Palestina.

Menanggapi hal itu, Prabowo, kata Yahya, menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap waspada dan berpegang pada prinsip yang tidak bisa ditawar.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Viral Video Anggota DPRD Badung Dinilai Meremehkan Teguran Presiden Soal Sampah Bali
PT TPL Hadapi Sidang Perdata Usai Izin Dicabut, KLHK Tuntut Rp3,8 Triliun dan Pulihkan 1.261 Hektare Lahan Rusak di Sumut
Presiden Prabowo Buka Ruang Keberatan Bagi 28 Perusahaan yang Dicabut Izinnya
Jutaan Dokumen Epstein Dirilis, Nama Trump hingga Elon Musk Muncul! Adakah Nama Tokoh Indonesia?
Indonesia Gabung Board of Peace: Menag Nasaruddin Umar Sebut Presiden Prabowo Future Oriented, Ajak Masyarakat Berhusnuzon
Bupati Simalungun Hadir di Rakornas 2026, Fokus Wujudkan Indonesia Emas 2045
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru