BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Anak SD di Ngada Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Tak Boleh Terulang, Seolah Negara Tak Hadir

Dharma - Rabu, 04 Februari 2026 20:27 WIB
Anak SD di Ngada Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Tak Boleh Terulang, Seolah Negara Tak Hadir
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngada NTT, Gerardus Reo, meninjau rumah YBR, siswa SD yang bunuh diri. (foto: Pemkab Ngada)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan tragedi bunuh diri siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur akibat keterbatasan biaya pendidikan tidak boleh kembali terulang.

Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai alarm keras bagi negara dan dunia pendidikan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Lalu merespons kematian siswa berinisial YBS (10), warga Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah.

Baca Juga:

"Tidak boleh kejadian ini terus berulang, sehingga seolah-olah negara tidak hadir. Padahal, sebetulnya negara sudah hadir," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, peristiwa tersebut menjadi tamparan serius di tengah upaya pemerintah membenahi sektor pendidikan.

Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah menggulirkan berbagai program pendidikan, namun implementasinya di lapangan perlu diawasi secara ketat.

Menurut Lalu, kasus ini menunjukkan bahwa pendidikan wajib belum sepenuhnya menjamin perlindungan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Ia meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah segera mengambil langkah konkret agar siswa tidak terbebani persoalan ekonomi.

"Siswa tidak boleh terbebani hanya karena orang tuanya tidak mampu secara ekonomi," kata dia.

Lalu juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia mempertanyakan apakah dana BOS telah tersalurkan dengan baik atau justru tidak menjangkau siswa yang paling membutuhkan.

"Ini harus dievaluasi bersama. Apakah sekolah belum menerima dana BOS, atau ada masalah dalam penyalurannya," ujarnya.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Puan Maharani: Negara Tak Boleh Biarkan Anak Hilang Nyawa karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Ketua MWA USK Satukan Tangan Rektor Lama dan Rektor Terpilih, Simbol Sinergi Pendidikan Aceh
Forum Pemuda Lintas Agama Deli Serdang Resmi Dikukuhkan, Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman
Gubernur NTT Ungkap Penyebab Keluarga Bocah SD Ngada Tak Terima Bansos: Masalah Administrasi Kependudukan
Bocah SD di Ngada Tewas Akhiri Hidup, Cak Imin: Saya Minta Semuanya Terbuka
Cak Imin: PKB Yakin Prabowo Sukses Memimpin, Bahkan Untuk 10 Tahun Mendatang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru