BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Siswa SD di NTT Tewas, Orang Tua Terbebani Cicilan Uang Sekolah Rp 1,2 Juta

Adam - Kamis, 05 Februari 2026 10:42 WIB
Siswa SD di NTT Tewas, Orang Tua Terbebani Cicilan Uang Sekolah Rp 1,2 Juta
Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Foto: arina)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NGADA, NTT — YBR (10), siswa kelas IV SD negeri di Kecamatan Jerebuu, Ngada, ditemukan tewas gantung diri.

Berdasarkan keterangan keluarga dan tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Ngada, salah satu tekanan yang dialami YBR berasal dari kewajiban membayar uang sekolah sebesar Rp 1,22 juta per tahun.

Orang tua YBR telah melunasi Rp 500 ribu untuk semester pertama, sehingga masih tersisa Rp 720 ribu untuk semester kedua.

Baca Juga:

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DPMDP3A Ngada, Veronika Milo, menegaskan bahwa sekolah tidak memberikan ancaman pengusiran kepada siswa yang belum melunasi cicilan.

"Setiap hari, sekolah hanya menginformasikan kepada siswa untuk menyampaikan kepada orang tua terkait cicilan. Tidak ada ancaman pengusiran," kata Veronika, Kamis (5/2/2026).

Veronika dan timnya telah mengumpulkan informasi dari sekolah, keluarga, dan masyarakat setempat untuk memastikan kronologi dan tekanan yang dialami YBR.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa mekanisme pembayaran bersifat cicilan dan informasi disampaikan rutin kepada siswa agar diteruskan ke orang tua.

Kasus ini memicu perhatian publik dan pemerintah.

Komisi VIII DPR mendesak evaluasi program bantuan pendidikan untuk meringankan beban keluarga, sementara Istana menegaskan Presiden memberikan perhatian terhadap kasus ini.*

(d/dh)

Catatan Redaksi:
Informasi terkait bunuh diri ini tidak dimaksudkan untuk memicu tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala depresi atau pikiran untuk bunuh diri, segera hubungi psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Anak SD di Ngada Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Tak Boleh Terulang, Seolah Negara Tak Hadir
Puan Maharani: Negara Tak Boleh Biarkan Anak Hilang Nyawa karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Gubernur NTT Ungkap Penyebab Keluarga Bocah SD Ngada Tak Terima Bansos: Masalah Administrasi Kependudukan
Bocah SD di Ngada Tewas Akhiri Hidup, Cak Imin: Saya Minta Semuanya Terbuka
Surat Perpisahan Bocah SD di NTT Picu Sorotan KPAI, Pemerintah Diminta Tingkatkan Perlindungan Anak
Surat Pilu Anak SD di Ngada Sebelum Akhiri Hidupnya Sendiri, Diduga karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru