Sepekan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, ratusan warga di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih hidup tanpa aliran listrik. (Foto: serambinews / HO)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Kepala Desa Leubok Pusaka, Janni, mengatakan dua dusun—Translok dan Sarah Raja—masih mengalami pemadaman total.
Tiang, kabel, dan trafo listrik dilaporkan hilang terseret arus banjir dan belum terpasang kembali."Untuk dusun lain seperti Seuleumak, Bidari, dan Tanoh Merah, listrik sudah menyala di fasilitas umum. Tapi kabel ke rumah warga belum terpasang," kata Janni saat dihubungi, Jumat.
Desa tersebut dihuni 543 kepala keluarga atau 764 jiwa. Sejak listrik padam pada 26 November 2025, warga terpaksa bergantung pada mesin generator untuk penerangan.
Konsekuensinya, mereka harus membeli bahan bakar secara swadaya di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih."Solusinya mengandalkan generator. Tapi terasa berat, karena banyak warga tidak bekerja tetap," ujarnya.
Sebagian warga kini bekerja sebagai tukang dalam proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir disebut telah mencapai sekitar 80 persen. Meski demikian, pekerjaan tersebut bersifat sementara dan belum sepenuhnya menjamin keberlanjutan pendapatan.
Selain persoalan listrik, pemerintah desa juga berharap bantuan bahan pangan tetap mengalir.
Persediaan logistik di desa yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Utara itu diperkirakan hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Lhokseumawe, Husni, menyatakan tim teknis masih bekerja memulihkan jaringan di lokasi terdampak.
"Kami targetkan, selambat-lambatnya Ramadhan sudah menyala seluruh desa itu," kata Husni.
Leubok Pusaka disebut sebagai satu-satunya desa di wilayah tersebut yang masih mengalami pemadaman listrik total sejak banjir menerjang hampir 80 persen wilayahnya.
Ribuan warga sebelumnya mengungsi dan sebagian masih bertahan di tenda darurat.
Menjelang bulan suci, harapan warga sederhana: listrik kembali menyala agar aktivitas ibadah dan pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih normal.*(k/dh)
Editor
: Dharma
Sepekan Jelang Ramadhan, 543 KK di Leubok Pusaka Masih Gelap Gulita, PLN Ditagih Janji Pemulihan