BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

FGD CeLA Moestopo Angkat Isu Penangkapan Presiden Venezuela, Rekomendasikan Sikap Diplomatik ke Kemlu RI

gusWedha - Senin, 16 Februari 2026 06:54 WIB
FGD CeLA Moestopo Angkat Isu Penangkapan Presiden Venezuela, Rekomendasikan Sikap Diplomatik ke Kemlu RI
CeLA Universitas Prof. Dr. Moestopo menyelenggarakan Focus Group Discussion bertajuk Indonesia dan Solidaritas Global South Menyikapi Situasi Venezuela di Jakarta. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Center for Latin America (CeLA) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Indonesia dan Solidaritas Global South Menyikapi Situasi Venezuela di Jakarta.

Diskusi ini menghadirkan Duta Besar Republik Bolivarian Venezuela untuk Indonesia, H.E. Enrique Antonio Acuna Mendoza, sebagai narasumber utama untuk membahas dinamika politik dan kebijakan luar negeri yang tengah berlangsung di Venezuela.

Dalam paparannya, Dubes Mendoza menegaskan bahwa kondisi pemerintahan Venezuela saat ini dijalankan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai Presiden sementara.

Baca Juga:

Ia menjelaskan bagaimana krisis politik dan tekanan internasional memberi dampak terhadap kedaulatan nasional, serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip hukum internasional.

Diskusi yang diikuti perwakilan universitas ternama serta akademisi dari berbagai institusi ini juga menyoroti strategi diplomasi publik dalam merespons isu global.

Kesi Yovana, Ketua Pusat Kajian Amerika Latin (CeLA), menggarisbawahi pentingnya peran opini publik, terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, sebagai instrumen pengaruh kebijakan luar negeri.

Acara akademik ini menghasilkan enam poin rekomendasi kebijakan yang akan dirangkum dalam policy brief untuk disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Rekomendasi tersebut mencakup kecaman terhadap tindakan yang dinilai melanggar kedaulatan negara berdaulat, seruan pembebasan Presiden Nicolás Maduro, dan dorongan agar isu krisis ini diprioritaskan dalam pembahasan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para peserta menyepakati bahwa prinsip non-intervensi dan imunitas kepala negara harus ditegakkan untuk mencegah preseden serupa di masa depan.

Sinergi antara akademisi dan praktisi kebijakan luar negeri diharapkan memperkuat posisi Indonesia yang bebas aktif dalam merespons krisis kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional di panggung global.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Trump Marah! Presiden Israel Dituntut Beri Ampunan untuk Netanyahu
Koordinasi Keamanan Aceh Diperkuat, Polda dan UNDSS Bahas Transparansi Bantuan Pengungsi dan Ancaman Human Trafficking
Tragis! Mobil MBG Hantam Truk Batu di Jalan Sempit, Sopir Tak Terselamatkan
Universitas Moestopo Dorong Profesionalisme DPRD Sumbawa Lewat Bimtek Strategis Tata Kelola Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan
Setelah Israel, Indonesia Dorong Palestina Bergabung Board of Peace
Menjelang KTT Gaza, Israel Resmi Bergabung ke Dewan Perdamaian Bentukan Trump
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru