CeLA Universitas Prof. Dr. Moestopo menyelenggarakan Focus Group Discussion bertajuk Indonesia dan Solidaritas Global South Menyikapi Situasi Venezuela di Jakarta. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Dalam paparannya, Dubes Mendoza menegaskan bahwa kondisi pemerintahan Venezuela saat ini dijalankan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai Presiden sementara.
Ia menjelaskan bagaimana krisis politik dan tekanan internasional memberi dampak terhadap kedaulatan nasional, serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip hukum internasional.
Diskusi yang diikuti perwakilan universitas ternama serta akademisi dari berbagai institusi ini juga menyoroti strategi diplomasi publik dalam merespons isu global.
Kesi Yovana, Ketua Pusat Kajian Amerika Latin (CeLA), menggarisbawahi pentingnya peran opini publik, terutama di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, sebagai instrumen pengaruh kebijakan luar negeri.
Acara akademik ini menghasilkan enam poin rekomendasi kebijakan yang akan dirangkum dalam policy brief untuk disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Rekomendasi tersebut mencakup kecaman terhadap tindakan yang dinilai melanggar kedaulatan negara berdaulat, seruan pembebasan Presiden Nicolás Maduro, dan dorongan agar isu krisis ini diprioritaskan dalam pembahasan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Para peserta menyepakati bahwa prinsip non-intervensi dan imunitas kepala negara harus ditegakkan untuk mencegah preseden serupa di masa depan.
Sinergi antara akademisi dan praktisi kebijakan luar negeri diharapkan memperkuat posisi Indonesia yang bebas aktif dalam merespons krisis kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional di panggung global.*
(dh)
Editor
: Adam
FGD CeLA Moestopo Angkat Isu Penangkapan Presiden Venezuela, Rekomendasikan Sikap Diplomatik ke Kemlu RI