Saat itu, dosis racun yang diminum masih rendah sehingga berhasil diselamatkan warga.
"Korban memang tempramen dan sudah pernah melakukan percobaan bundir sebelumnya," kata Andrey saat dihubungi, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan motif bunuh diri adalah tekanan ekonomi.
Kabupaten Ngada tercatat memiliki angka kemiskinan yang tergolong tinggi, dengan 5.337 kepala keluarga atau 26.477 jiwa hidup dalam kemiskinan ekstrem menurut data Dinas Sosial Januari 2024.
"Banyak juga masalah ekonomi, tapi masih mampu bertahan untuk hidup. Kami berharap kasus serupa tidak lagi terjadi di Ngada," ujar Andrey.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya dukungan psikososial dan perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama bagi individu yang rentan mengalami tekanan hidup.*
(k/dh)
Editor
: Dharma
Tragis di Ngada: EN, Ibu dari Tiga Anak, Akhiri Hidup dengan Racun Serangga karena Masalah Ekonomi