BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Tragis di Ngada: EN, Ibu dari Tiga Anak, Akhiri Hidup dengan Racun Serangga karena Masalah Ekonomi

Adam - Senin, 16 Februari 2026 10:29 WIB
Tragis di Ngada: EN, Ibu dari Tiga Anak, Akhiri Hidup dengan Racun Serangga karena Masalah Ekonomi
ilustrasi. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NGADA Seorang ibu muda berinisial EN (28), warga Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tewas setelah menenggak racun serangga, Rabu (11/2/2026). EN merupakan ibu dari tiga anak.

Korban sempat dilarikan ke puskesmas dalam kondisi tak sadarkan diri, namun nyawanya tidak tertolong.

Kronologi dan Dugaan Motif

Baca Juga:

Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino, mengatakan korban memiliki kepribadian tempramental dan pernah melakukan percobaan bunuh diri beberapa tahun lalu.

Saat itu, dosis racun yang diminum masih rendah sehingga berhasil diselamatkan warga.

"Korban memang tempramen dan sudah pernah melakukan percobaan bundir sebelumnya," kata Andrey saat dihubungi, Senin (16/2/2026).

Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan motif bunuh diri adalah tekanan ekonomi.

Kabupaten Ngada tercatat memiliki angka kemiskinan yang tergolong tinggi, dengan 5.337 kepala keluarga atau 26.477 jiwa hidup dalam kemiskinan ekstrem menurut data Dinas Sosial Januari 2024.

"Banyak juga masalah ekonomi, tapi masih mampu bertahan untuk hidup. Kami berharap kasus serupa tidak lagi terjadi di Ngada," ujar Andrey.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya dukungan psikososial dan perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama bagi individu yang rentan mengalami tekanan hidup.*

(k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Transparansi dan Koordinasi Jadi Kunci, Gubernur Mualim Dorong SKPD Dampingi Penyaluran Bantuan Meugang Presiden
11 Tahun Terjebak Administrasi, Keluarga Siswa SD Korban Bunuh Diri di NTT Akhirnya Terima Bantuan
Siswa SD di NTT Tewas, Orang Tua Terbebani Cicilan Uang Sekolah Rp 1,2 Juta
Anak SD di Ngada Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Tak Boleh Terulang, Seolah Negara Tak Hadir
Puan Maharani: Negara Tak Boleh Biarkan Anak Hilang Nyawa karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
Gubernur NTT Ungkap Penyebab Keluarga Bocah SD Ngada Tak Terima Bansos: Masalah Administrasi Kependudukan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru