BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Alat Berat Hantam Tebing di Banyumas, Dua Orang Tewas

Nurul - Selasa, 17 Februari 2026 11:56 WIB
Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Alat Berat Hantam Tebing di Banyumas, Dua Orang Tewas
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalan alternatif Purwokerto–Kemranjen, tepatnya di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa pagi, 17 Februari 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANYUMAS – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalan alternatif Purwokerto–Kemranjen, tepatnya di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa pagi, 17 Februari 2026.

Sebuah truk towing bernomor polisi K 1479 KO yang mengangkut alat berat menghantam tebing dan terguling. Dua orang meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.

Baca Juga:

Truk melaju dari arah Purwokerto menuju Kemranjen saat melintasi turunan tajam yang dikenal sebagai turunan Muria.

"Diduga kendaraan mengalami rem blong sehingga tidak terkendali," kata Metri saat dikonfirmasi, Selasa.

Kendaraan kemudian menghantam tebing di sisi kiri jalan dan terguling.

Dua korban meninggal dunia adalah SH (26), warga Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, yang tewas di lokasi kejadian, serta WN (36), warga Desa Rawagempol, Kabupaten Karawang, yang meninggal saat menjalani perawatan di RS Medika Lestari Kemranjen. Menurut polisi, keduanya berada di dalam alat berat saat insiden terjadi.

Selain korban tewas, tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah RR (36), pengemudi truk asal Indramayu; SR (30), penumpang asal Subang; dan HR (34), penumpang towing asal Subang. Ketiganya kini dirawat di rumah sakit yang sama.

Polisi memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp 20 juta. Satlantas Polresta Banyumas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan dua truk juga dilaporkan terjadi di lokasi yang sama. Namun, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.*

(k/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wabup Pringsewu Tekankan Peningkatan SDM dan Kemandirian Ekonomi dalam Musrenbang RKPD 2027
Bupati Banyumas Curhat ke Gubernur Jateng: Warga Protes ke Saya, Padahal Izin Tambang dari Provinsi
1.358 TKHL Resmi Diangkat Jadi PPPK Pemkab Banyumas, Bupati: Jalankan Tugas dengan Integritas
Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden mengungkapkan kesiapan mereka dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyumas. Dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar pada Selasa (21/1/2025), Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, menyatakan bahwa pihaknya mampu memproduksi sekitar 6.000 liter susu sapi murni setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan susu dalam program tersebut.  Dani Kusworo menjelaskan bahwa dengan kapasitas produksi tersebut, mereka dapat menghasilkan hingga 60.000 botol susu dengan kemasan 100 ml atau 110 ml per botol, yang dapat mencukupi kebutuhan susu di Banyumas untuk program MBG. “Bisa saja mengcover kebutuhan susu untuk program MBG di Banyumas. Dengan kemasan 100 ml atau 110 ml bisa menghasilkan 60.000 botol,” jelas Dani.  BBPTUHPT Baturraden yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian ini juga membuka kemungkinan untuk memasok susu ke daerah lain jika ada kelebihan stok. “Beberapa daerah lain juga sudah kontak kami. Nanti misal ada kelebihan stok bisa kirim ke luar juga,” tambah Dani.  Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program MBG, BBPTUHPT saat ini tengah melakukan persiapan untuk meningkatkan kapasitas produksi susu dengan mendatangkan mesin pengolahan susu UHT (Ultra High Temperature). Dani menjelaskan, sebelumnya mereka hanya memproduksi susu pasteurisasi yang harus disimpan dalam freezer, sementara susu UHT lebih tahan lama dan bisa disimpan tanpa pendinginan. “Kami menginginkan bukan susu pasteurisasi tapi susu UHT. Susu UHT lebih awet, di luar bisa berbulan-bulan, kalau pasteurisasi harus di freezer. Kami target Februari sudah ada mesin UHT sehingga siap membantu MBG di Banyumas,” kata Dani.  Selain itu, BBPTUHPT juga telah melakukan uji coba terhadap produk susu mereka dengan memberikan sampel susu kepada siswa-siswa SD dan MI di Kecamatan Banyumas. Uji coba tersebut, menurut Dani, mendapat sambutan positif dan dinilai berhasil. “Kemarin uji coba yang sudah kami lakukan di Kecamatan Banyumas sangat berhasil,” ungkapnya.  Dengan langkah ini, BBPTUHPT Baturraden menunjukkan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak di Kabupaten Banyumas, melalui penyediaan susu yang bergizi dan berkualitas

Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden mengungkapkan kesiapan mereka dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyumas. Dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar pada Selasa (21/1/2025), Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, menyatakan bahwa pihaknya mampu memproduksi sekitar 6.000 liter susu sapi murni setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan susu dalam program tersebut. Dani Kusworo menjelaskan bahwa dengan kapasitas produksi tersebut, mereka dapat menghasilkan hingga 60.000 botol susu dengan kemasan 100 ml atau 110 ml per botol, yang dapat mencukupi kebutuhan susu di Banyumas untuk program MBG. “Bisa saja mengcover kebutuhan susu untuk program MBG di Banyumas. Dengan kemasan 100 ml atau 110 ml bisa menghasilkan 60.000 botol,” jelas Dani. BBPTUHPT Baturraden yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian ini juga membuka kemungkinan untuk memasok susu ke daerah lain jika ada kelebihan stok. “Beberapa daerah lain juga sudah kontak kami. Nanti misal ada kelebihan stok bisa kirim ke luar juga,” tambah Dani. Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program MBG, BBPTUHPT saat ini tengah melakukan persiapan untuk meningkatkan kapasitas produksi susu dengan mendatangkan mesin pengolahan susu UHT (Ultra High Temperature). Dani menjelaskan, sebelumnya mereka hanya memproduksi susu pasteurisasi yang harus disimpan dalam freezer, sementara susu UHT lebih tahan lama dan bisa disimpan tanpa pendinginan. “Kami menginginkan bukan susu pasteurisasi tapi susu UHT. Susu UHT lebih awet, di luar bisa berbulan-bulan, kalau pasteurisasi harus di freezer. Kami target Februari sudah ada mesin UHT sehingga siap membantu MBG di Banyumas,” kata Dani. Selain itu, BBPTUHPT juga telah melakukan uji coba terhadap produk susu mereka dengan memberikan sampel susu kepada siswa-siswa SD dan MI di Kecamatan Banyumas. Uji coba tersebut, menurut Dani, mendapat sambutan positif dan dinilai berhasil. “Kemarin uji coba yang sudah kami lakukan di Kecamatan Banyumas sangat berhasil,” ungkapnya. Dengan langkah ini, BBPTUHPT Baturraden menunjukkan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak di Kabupaten Banyumas, melalui penyediaan susu yang bergizi dan berkualitas

Polres Demak Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Banjir Rob Pantura Selama Libur Tahun Baru
Tragedi di Banyumas: Suami Bunuh Istri dengan Kunci Inggris, Dipicu Isu Perselingkuhan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru