BREAKING NEWS
Rabu, 18 Februari 2026

Fakta Menarik Ramadan 1447 H, Mengapa Durasi Puasa Bisa Berbeda di Setiap Negara?

Dharma - Selasa, 17 Februari 2026 19:26 WIB
Fakta Menarik Ramadan 1447 H, Mengapa Durasi Puasa Bisa Berbeda di Setiap Negara?
Beberapa wanita muslim di Jerman. (foto: evangelicalfocus)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Umat Muslim di berbagai negara bersiap menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Tahun ini, durasi puasa di belahan bumi utara terbilang lebih singkat dibanding musim-musim sebelumnya.

Beberapa negara bahkan hanya berpuasa sekitar 11 jam, fenomena yang dipengaruhi musim dingin dan posisi matahari.

Baca Juga:

Penentuan awal Ramadan tahun ini berbeda-beda, bergantung pada hasil pengamatan hilal di masing-masing negara.

Sebagian negara memulai puasa pada 18 Februari 2026, sementara yang lain pada 19 Februari 2026.

Perbedaan ini berimbas langsung pada panjang pendeknya durasi puasa, yang ditentukan dari waktu terbit hingga terbenam matahari.

Durasi Puasa Terpendek di Belahan Utara

Di kawasan Eropa dan Asia Utara, di mana Ramadan bertepatan dengan musim dingin, durasi siang lebih pendek sehingga waktu berpuasa ikut berkurang.

Beberapa negara dengan durasi puasa terpendek antara lain:
- Prancis (Paris) – 11 jam 33 menit
- Islandia (Reykjavik) – 11 jam 42 menit
- Denmark/Greenland (Nuuk) – 11 jam 42 menit
- Finlandia (Helsinki) – 11 jam 44 menit
- Rusia (Moskow) – 11 jam 44 menit

Fenomena ini kontras dengan puasa saat Ramadan jatuh pada musim panas, ketika siang hari di belahan utara bisa berlangsung hingga 18 jam.

Belahan Bumi Selatan Justru Lebih Panjang

Sebaliknya, negara-negara di belahan bumi selatan menikmati durasi puasa lebih panjang karena sedang memasuki musim panas.

Beberapa negara dengan durasi puasa terpanjang antara lain:
- Selandia Baru (Christchurch) – 15 jam 22 menit
- Cile (Puerto Montt) – 15 jam 13 menit
- Australia (Canberra) – 14 jam 48 menit
- Uruguay (Montevideo) – 14 jam 42 menit
- Argentina (Buenos Aires) – 14 jam 42 menit
- Fenomena Astronomi yang Memengaruhi Puasa

Durasi puasa yang berbeda-beda setiap tahun ini disebabkan oleh kalender hijriah yang lebih pendek sekitar 10–12 hari dibanding kalender Masehi.

Akibatnya, Ramadan bergeser sekitar 11 hari tiap tahun dan berputar penuh dalam siklus 33 tahun, sehingga jatuh di musim yang berbeda-beda di setiap belahan bumi.

Fenomena astronomi ini sepenuhnya bersifat alami, terkait rotasi bumi dan kemiringan sumbu bumi terhadap matahari.

Saat Ramadan kembali jatuh pada musim panas di belahan utara beberapa tahun mendatang, durasi puasa di wilayah tersebut akan kembali memanjang.*


(in/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Turkiye hingga Timor-Leste: 10 Negara Ini Berubah Nama dalam 20 Tahun Terakhir, Apa Alasannya?
Wali Kota Denpasar Keliru Kaitkan Presiden dengan Penonaktifan PBI JK, FSKMP Siap Lapor ke Polisi
Hilal Belum Muncul, Awal Puasa Ramadhan 1447 H Diperkirakan 19 Februari 2026
Siapkan Diri Menyambut Ramadan dengan Mandi Sunnah: Begini Cara, Niat, dan Keutamaannya
Waspada! BMKG Peringatkan Banjir Rob Medan Utara Awal Ramadan, Ketinggian Air Capai 2,6 Meter
Marhaban Ya Ramadan, DPW Syarikat Islam Sumut Sambut Bulan Penuh Berkah dengan Sukacita
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru