Pernyataan ini disampaikan Menlu Sugiono dalam High-Level Segment of the Conference on Disarmament 2026 di Jenewa, Rabu (24/2/2026).
"Dalam lingkungan global yang semakin bergejolak, Indonesia tetap teguh berkomitmen pada perlucutan senjata multilateral. Komitmen ini bukan idealisme, tapi suatu keharusan," tegas Menlu Sugiono.
Sugiono menyoroti kondisi dunia saat ini yang lebih tidak pasti, terpolarisasi, dan berbahaya.
Banyak negara beralih ke mode pertahanan ekstrem, sementara hukum internasional dan lembaga multilateral menghadapi tekanan yang meningkat, sehingga margin kesalahan semakin menyempit.
Menurut Menlu RI, lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih tersimpan, modernisasi senjata berlangsung cepat, persenjataan diperluas, dan retorika nuklir menjadi lebih sering serta mengkhawatirkan.
Ia menegaskan, logika pencegahan senjata yang hanya berfokus pada pertahanan justru memperdalam ketidakamanan dan memperpanjang persepsi ancaman.
Sugiono menyoroti momen kritis terkait Perjanjian New START yang menandai pertama kali dalam beberapa dekade tidak ada batasan yang disepakati pada kekuatan nuklir strategis Amerika Serikat dan Rusia.
"Konsekuensinya bersifat global. Hal ini mengurangi prediktabilitas, mengikis transparansi, dan meningkatkan risiko perlombaan senjata," katanya.
Menlu juga menekankan risiko tambahan dari teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), kemampuan siber, dan eksplorasi ruang angkasa.
Tanpa regulasi yang jelas, teknologi ini memperkuat ketidakpastian dan meningkatkan potensi eskalasi tidak disengaja.
Conference on Disarmament (CD) yang digelar sejak 1978 menjadi forum utama untuk merundingkan perjanjian kunci terkait senjata, termasuk NPT, BWC, CWC, dan CTBT, dengan keanggotaan 65 negara, termasuk Indonesia.
"Kehadiran Indonesia dalam forum ini menunjukkan konsistensi dan kepemimpinan kami dalam memperkuat perdamaian, multilateralisme, dan keamanan global," tutup Menlu Sugiono.*
(vo/ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Indonesia pada Perlucutan Senjata Multilateral di Jenewa