Jemaat dan parhalado HKBP Hotma Uli Patumbak Resort Medan Patumbak menyampaikan aspirasi kepada Kantor Pimpinan Distrik X Medan-Aceh, Rabu (25/2). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Mereka meminta PraesesPdt Suwandi Sinambela MPsi turun tangan untuk menata dan memberikan pembinaan kepada Pdt Sukirawati Sihotang STh, agar tercipta keutuhan dan kondusivitas di gereja tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, perwakilan jemaat seperti Budiman Nadapdap, St Binsar Simanjuntak, St Harianja, Opung Binsar Nababan, Marulitua Siregar, Amang Marbun, Mak Jere, dan Amang Siregar menyampaikan kondisi pelayanan yang kurang kondusif.
Menurut Budiman Nadapdap, ketidakkondusifan ini dipicu oleh sikap arogan dan sindiran yang kerap dilontarkan Pdt Sukirawati, baik dalam rapat maupun kotbah.
"Tindakan dan sikap Pdt Sukirawati sudah tidak mencerminkan seorang pelayan Tuhan. Dia mengedepankan arogansi, membuang kelompok yang bersebrangan, dan memunculkan pengkotak-kotakan. Kami merindukan pimpinan huria yang penuh cinta kasih, memaafkan, dan mendengar jemaatnya," kata Budiman.
Lebih lanjut, Budiman mengungkapkan, enam orang sintua telah mengundurkan diri dari STM Parhalado sebagai bentuk ketidaksetujuan terhadap kepemimpinan Pdt Sukirawati.
Suasana ini semakin memanas sejak muncul isu perselingkuhan tahun lalu yang tidak ditindaklanjuti oleh Pdt Sukirawati.
"Saat isu itu disampaikan, jawabannya menantang, 'Apakah perselingkuhan itu bisa dibuktikan, ayo buktikanlah,'" ujar Budiman mengutip pendeta.
Respon tersebut dianggap menutup kemungkinan klarifikasi, sehingga perpecahan jemaat antara pihak yang kontra dan pro terhadap Pdt Sukirawati terus berlanjut.
Bahkan, dalam sebuah kunjungan seorang anggota lansia, Pdt Sukirawati dikabarkan mengeluarkan amarah kepada anggota jemaat yang hadir.
Menanggapi aspirasijemaat, PraesesPdt Suwandi Sinambela MPsi menegaskan akan menindaklanjuti dan memerintahkan Pdt Resort Pdt Nelly Hutasoit untuk membenahi suasana yang tidak kondusif. Budiman menutup pertemuan dengan harapan rekonsiliasi antar jemaat.
"Amang Praeses, pimpinlah kami untuk rekonsiliasi, karena kami ruas tidak pernah ada masalah satu dengan yang lain."