Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah ulama di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).
"Kalau kita kan melihatnya tidak efektif sudah di BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran, baik track record maupun sekarang yang memihak pada perdamaian," ujar Cholil.
Ia menekankan Indonesia harus mengambil peran aktif dalam menciptakan perdamaian dunia agar konflikinternasional tidak merugikan rakyat sipil.
Menurutnya, organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) perlu dimaksimalkan perannya.
"Kemudian kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB dan OKI karena semua akan rugi kalau ini perang terus berlangsung," ucap Cholil.
Serangan militer gabungan AS-Israel dilakukan pada 28 Februari 2026, yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Balasan Iran terhadap serangan tersebut juga dikabarkan lebih besar dari sebelumnya, menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Pertemuan dengan para ulama dan pimpinan organisasi Islam ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengarkan pandangan para tokoh keagamaan terkait posisi Indonesia dalam konflikinternasional serta upaya diplomasi perdamaian yang dapat ditempuh.
Cholil menekankan kembali pentingnya Indonesia hadir sebagai negara yang mendorong stabilitas dan perdamaian, bukan hanya menjadi pengamat pasif di kancah global.*
(cn/ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Wakil Ketum MUI Cholil Nafis: BoP Kini Tak Lagi Efektif