Sejumlah Ruas Jalan di Medan Ditutup Sore Ini! Ini Daftar Lengkapnya
MEDAN Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Medan pada Kamis, 30 April 2026, pukul 17.00 hingga
NASIONAL
JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai penetapan status siaga 1 bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) bisa menjadi indikasi adanya situasi serius yang belum dipahami publik.
"Kalau sampai dibentuk Siaga 1 kan semuanya disuruh gini, mungkin ada sesuatu yang serius," kata Mahfud saat ditemui di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga:Meski demikian, Mahfud mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan penetapan status tersebut.
Menurutnya, publik juga belum memperoleh penjelasan resmi mengenai latar belakang kebijakan itu.
"Ya kecuali kekhawatiran dari para ekonom, 'wah ini kalau terjadi gini amblas'," tambah dia.
Mahfud menjelaskan bahwa siaga satu berarti seluruh kekuatan TNI harus siaga penuh 24 jam.
Sebaliknya, siaga dua hanya sebagian personel yang bersiaga penuh, sedangkan siaga tiga menunjukkan kondisi relatif normal dengan tugas rutin.
Ia menekankan, penetapan siaga satu tidak lazim jika hanya untuk mengantisipasi aksi demonstrasi.
"Kalau alasannya, misal, 'wah ini mau ada demo besar-besaran', gitu. Masa sampai siaga satu? Waktu zaman saya Menko Polhukam kan beberapa kali tuh demo besar-besaran. Berapa kali, tapi enggak sampai (siaga satu), siaga dua saja tidak," kata Mahfud.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi global, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Perintah ini tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026, berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam telegram tersebut disebutkan bahwa semua satuan TNI harus meningkatkan kesiapsiagaan operasional seiring meningkatnya dinamika konflik internasional dan potensi dampaknya terhadap situasi keamanan di dalam negeri.
Ia menyinggung teori Jusuf Kalla, yang menyebut bahwa krisis politik yang bertemu krisis ekonomi dapat memicu runtuhnya pemerintahan.*
Baca Juga:
(km/ad)
MEDAN Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Medan pada Kamis, 30 April 2026, pukul 17.00 hingga
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan menghadapi peringatan Hari Buruh In
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong mahasiswa untuk berani bercitacita menjadi pemimpin masa depan. Ajakan itu dis
PEMERINTAHAN
MEDAN Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico Waas, menekankan pentingnya pemberian air
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam praktik judi online (judol)
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2026. Hingga akhir April, s
PEMERINTAHAN
MEDAN Suasana haru dan bangga mewarnai acara perpisahan siswa SMA/SMK Swasta Teladan Medan yang digelar di halaman sekolah, Kamis, 30 Ap
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Aceh, Kombes Pol. Ricky Purnama Kertapati, meraih gelar doktor pada Program
NASIONAL
ASAHAN Jajaran Polres Asahan kembali mencetak prestasi gemilang dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan inte
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Rumah Tahfidz Qur&039an Amaliyah resmi diresmikan pada Rabu (29/04/2026) pukul 14.00 WIB, bertempat di Kelurahan Teladan, Kecam
PEMERINTAHAN