BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Kondisi Sungai Batangtoru Memburuk, Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon Terancam Hilang

Indra Saputra - Minggu, 15 Maret 2026 14:04 WIB
Kondisi Sungai Batangtoru Memburuk, Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon Terancam Hilang
Kerusakan tutupan hutan di kawasan Ekosistem Batangtoru dinilai berdampak langsung terhadap perubahan kondisi aliran Sungai Batangtoru. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN – Kerusakan tutupan hutan di kawasan Ekosistem Batangtoru dinilai berdampak langsung terhadap perubahan kondisi aliran Sungai Batangtoru.

Selain menyebabkan kualitas air menurun, kondisi tersebut juga disebut mengancam keberlangsungan tradisi kearifan lokal masyarakat setempat.

Ketua DPW Sarekat Hijau Indonesia Sumatera Utara, Hendra Hasibuan, mengatakan hilangnya tutupan hutan di wilayah hulu menjadi salah satu penyebab utama memburuknya kondisi sungai di kawasan tersebut.

Baca Juga:

"Jika tutupan hutan hilang, tentu akan mempengaruhi aliran sungai sehingga terlihat kumuh, khususnya di daerah Ekosistem Batangtoru. Salah satu dampaknya adalah hilangnya tradisi kearifan lokal seperti Marpangir dan Mamasu Dahanon," kata Hendra, Sabtu, 15 Maret 2026.

Menurutnya, aktivitas di kawasan hulu seperti pembukaan lahan, pertambangan, hingga perkebunan skala besar berkontribusi terhadap deforestasi yang kemudian berdampak pada kualitas air sungai.

Sungai Batangtoru Pernah Dikenal Jernih

Beberapa tahun lalu, kualitas air Sungai Batangtoru bahkan sempat diuji secara simbolis oleh sejumlah pejabat daerah.

Saat itu, mantan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu pernah meminum langsung air sungai tersebut sebagai bentuk keyakinan terhadap kebersihannya.

Pada masa itu, Sungai Batangtoru dikenal memiliki banyak jenis ikan air tawar. Aktivitas memancing dan menjala ikan kerap dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Selain sebagai sumber pangan, sungai juga menjadi ruang sosial dan budaya masyarakat. Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon—ritual adat yang memanfaatkan air sungai—pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sepanjang kawasan ekosistem Batangtoru.

Namun kini, aktivitas tersebut hampir tidak lagi dilakukan.

Kekhawatiran Pencemaran

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru