BREAKING NEWS
Selasa, 17 Maret 2026

Penghematan di Tengah Krisis Global, DPR: Negara Harus Menahan Diri Sebelum Minta Rakyat Berkorban

Adelia Syafitri - Senin, 16 Maret 2026 20:06 WIB
Penghematan di Tengah Krisis Global, DPR: Negara Harus Menahan Diri Sebelum Minta Rakyat Berkorban
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti. (foto: Dok. DPR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa negara harus memberikan contoh terlebih dahulu dalam menahan diri sebelum meminta rakyat berhemat, terutama di tengah potensi tekanan ekonomi global.

Menurut Azis, langkah-langkah penghematan yang diambil oleh beberapa negara, seperti memangkas fasilitas pejabat dan menahan belanja negara yang tidak esensial, bisa menjadi contoh bagi Indonesia.

"Negara itu memilih langkah yang tidak populer: memangkas fasilitas pejabat, mengurangi penggunaan energi birokrasi, dan menahan belanja negara yang tidak penting. Langkah seperti itu mungkin terlihat teknis, tetapi sebenarnya ia memuat pesan yang sangat dalam: negara harus lebih dulu menahan diri sebelum meminta rakyat berkorban," ujar Azis dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:

Azis mengungkit pengalaman masa lalu, seperti pada masa Perang Dunia, di mana banyak negara yang mematikan lampu kota lebih awal, membatasi bahan bakar, dan memotong gaji pejabat tinggi.

Ia menilai, negara-negara yang melakukan penghematan tersebut ingin menunjukkan bahwa krisis bukan hanya beban rakyat kecil, melainkan tanggung jawab bersama seluruh aparat negara.

Lebih lanjut, Azis menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menyimpan pesan moral yang penting.

"Di sinilah saya merasa pidato Bapak Presiden itu menyimpan pesan yang lebih sunyi namun penting. Pesan itu bukan hanya untuk para ekonom atau penyusun anggaran. Ia sebenarnya ditujukan kepada seluruh abdi negara, baik yang berseragam militer maupun yang bekerja dalam sunyi meja birokrasi sipil," ujar Azis.

Azis menegaskan bahwa pengabdian kepada negara bukan hanya sekadar menjalankan tugas administratif atau komando struktural, melainkan juga menunjukkan kesediaan menahan diri, terutama di saat bangsa menghadapi masa sulit.

Menurutnya, ujian berat kini menanti negara, apakah mereka mampu memberikan keteladanan moral ketika badai ekonomi datang.

Salah satu poin yang ditekankan Azis adalah pentingnya asketisme kekuasaan dalam kepemimpinan.

Ia menjelaskan, rakyat Indonesia biasanya tidak keberatan untuk berhemat jika mereka melihat pemimpinnya hidup dengan kesederhanaan yang sama.

Sebaliknya, pengorbanan akan terasa pahit jika rakyat merasa para pejabat negara tetap hidup dalam kemewahan sementara mereka diminta untuk berhemat.

"Dalam tradisi kepemimpinan lama, sikap seperti itu memiliki satu nama yang hampir terlupakan hari ini: asketisme kekuasaan, kemampuan seorang pemimpin menahan dirinya sendiri sebelum ia meminta rakyat menahan hidup mereka," jelas Azis.

Azis juga menyampaikan keprihatinannya mengenai dampak dari ketegangan di Timur Tengah, yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Salah satunya adalah lonjakan harga minyak, yang berimbas pada harga bahan pokok seperti beras, serta membengkaknya angka subsidi negara.

Azis mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara yang bergantung pada impor energi, sangat rentan terhadap ketegangan di Selat Hormuz.

"Jika jalur itu terganggu oleh perang atau blokade, bukan hanya Timur Tengah yang akan berguncang, seluruh dunia akan terpengaruh, termasuk Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyarankan untuk mengikuti langkah negara-negara seperti Pakistan yang memotong gaji anggota DPR dan menteri mereka sebagai bagian dari upaya penghematan di tengah krisis global.

Prabowo mengungkapkan bahwa Pakistan bahkan mengurangi hari kerja dan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) untuk menghemat energi dan biaya.

Prabowo menekankan pentingnya penghematan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.

Hal ini turut didukung oleh sejumlah politisi, seperti anggota DPR dari Fraksi Golkar, yang berkomitmen untuk efisiensi anggaran negara.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu Purbaya Sentil Ekonom di Media Sosial: Kritik Tanpa Data Tidak Membantu
Rupiah Melemah hingga Rp 17.000, Purbaya: Tanya ke Bank Sentral
Prabowo Sebut Ada Pengamat Tidak Senang Pemerintah Berhasil, PKB: Ajak Diskusi dengan Data dan Bukti Konkret
Pemko Binjai Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah, Fokus Jaga Stabilitas Harga Menjelang Idulfitri
Di Tengah Ketidakpastian Global, Prabowo Optimis Program MBG Akan Perkuat Ekonomi Rakyat
Respon Instruksi Prabowo Soal Penghematan BBM, Gubernur Bobby Nasution Siap Terapkan Sistem WFH dan WFA
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru