BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Ini Alasan Prabowo Pilih Bertahan di Board of Peace

Dharma - Senin, 16 Maret 2026 20:29 WIB
Ini Alasan Prabowo Pilih Bertahan di Board of Peace
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara Indonesia dan Amerika Serikat, di Washington, D.C., Kamis (19/02/2026). (foto: Dok. BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Para tokoh nasional seperti Anies Baswedan, Jimly Asshiddiqie, dan Al Busyra Basnur mengungkapkan kekhawatiran bahwa BoP bisa menjadi "tameng" bagi agresi militer Amerika Serikat dan Israel.

Mereka mendesak pemerintah untuk memastikan bahwa Indonesia tidak terjebak dalam konflik militer yang lebih luas.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa jika BoP melenceng dari misi perdamaian, maka Indonesia harus keluar sebagai langkah moral yang harus diambil.

Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI, juga mengungkapkan bahwa forum BoP saat ini tidak lagi efektif dan menyarankan Indonesia untuk memaksimalkan peran di PBB serta OKI.

Meski optimisme tetap dijaga, Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden RI, memberikan perspektif yang lebih hati-hati.

JK mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap berhati-hati dalam menghadapi ancaman tarif perdagangan yang mungkin diberlakukan oleh Donald Trump.

"Walaupun orang keluar tidak ada apa-apa. Secara hubungan dengan Amerika tentu tidak soal," kata JK (12/3/2026).

JK juga menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berpihak pada pihak yang teraniaya dalam konflik internasional, sambil memegang teguh janji Presiden Prabowo untuk mundur jika BoP berubah menjadi alat perang, bukan perdamaian.

Indonesia, melalui Prabowo Subianto, pertama kali terlibat dalam Board of Peace pada Januari 2026, setelah menandatangani piagam di Davos, Swiss.

Keikutsertaan ini dilanjutkan dengan langkah strategis di KTT Washington pada Februari 2026, di mana Indonesia menolak menjadi penonton dalam krisis kemanusiaan.

Sebagai kontribusi dalam BoP, Indonesia berencana mengirimkan hingga 8.000 prajurit TNI sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).

Selain itu, Indonesia juga akan menempati posisi Wakil Komandan dalam misi internasional untuk mengawal bantuan kemanusiaan dan mendukung Two-State Solution.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penghematan di Tengah Krisis Global, DPR: Negara Harus Menahan Diri Sebelum Minta Rakyat Berkorban
Prabowo Sebut Ada Pengamat Tidak Senang Pemerintah Berhasil, PKB: Ajak Diskusi dengan Data dan Bukti Konkret
Di Tengah Ketidakpastian Global, Prabowo Optimis Program MBG Akan Perkuat Ekonomi Rakyat
Bantah Angkatan Laut Telah Lumpuh, Iran Tantang Trump: Kalau Berani, Kirim Kapal Perang ke Perairan Teluk Persia!
Respon Instruksi Prabowo Soal Penghematan BBM, Gubernur Bobby Nasution Siap Terapkan Sistem WFH dan WFA
Prabowo Yakin Indonesia Bisa Mempengaruhi BoP untuk Solusi Dua Negara Palestina
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru