DPR RI Tetapkan Lima Poin Kesepakatan dalam Penanganan Kasus Andrie Yunus, Ini Isinya!
JAKARTA Komisi III DPR RI menyepakati sejumlah poin penting dalam rapat khusus terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordin
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar, mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kritik yang disampaikan oleh masyarakat sipil, khususnya pengamat dan aktivis.
Menurut Adinda, sikap inkonsisten Presiden Prabowo terkait kebebasan berpendapat menunjukkan adanya ketegangan antara pemerintah dan masyarakat, yang berpotensi melemahkan demokrasi di Indonesia.
Adinda menyatakan, di awal pemerintahan Presiden Prabowo, ia berkomitmen untuk terbuka terhadap masukan dan kritik dari masyarakat.Baca Juga:
Namun, dalam beberapa kesempatan terakhir, Prabowo justru menyebut bahwa sejumlah pengamat dan pengkritik pemerintah didanai oleh pihak asing, dan bahkan menuduh mereka tidak patriotik.
"Pernyataan ini sangat kontradiktif dengan sikap awal pemerintah yang mengedepankan keterbukaan," ujar Adinda, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (18/3).
Menurut Adinda, pernyataan tersebut mencerminkan sikap yang semakin tertutup dan merendahkan kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, serta kebebasan berekspresi di Indonesia.
Ia mengaitkan sikap Presiden Prabowo dengan rendahnya indeks demokrasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini tidak hanya menyangkut kritik terhadap pemerintahan, tetapi juga ancaman terhadap kebebasan sipil yang merupakan pilar demokrasi kita," lanjutnya.
Adinda menambahkan, kejadian-kejadian seperti penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, serta Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, semakin memperjelas bahwa kebebasan berbicara di Indonesia masih sangat rentan.
"Serangan-serangan terhadap para pengkritik dan aktivis ini jelas menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi di Indonesia masih dalam ancaman," tegasnya.
Dalam pandangan Adinda, sikap Presiden yang menganggap pengamat dan pengkritik pemerintah sebagai ancaman malah akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga demokrasi Indonesia, termasuk media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
"Jika pemerintah tidak siap menerima kritik, maka sistem checks and balances dalam demokrasi akan tergerus," kata Adinda.
JAKARTA Komisi III DPR RI menyepakati sejumlah poin penting dalam rapat khusus terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordin
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SE/1/HK.01.03/MP/2026 untuk mengatur pelaksanaan keg
PARIWISATA
MEDAN Menyambut mudik Lebaran 2026, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak memberikan solusi bagi warga yang khawatir terha
NASIONAL
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Polri untuk mengungkap akt
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah memastikan pasokan komoditas pangan strategis atau sembako untuk perayaan Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah dalam kond
EKONOMI
MEDAN Seorang pria berinisial MF (41), yang menjabat sebagai Kepala Lingkungan 19, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kota Me
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Senyum bahagia dan tawa ceria mengisi lantai 3 Ramayana Teladan, Medan, saat 400 anak yatim dan dhuafa memilih pakaian Lebaran imp
PEMERINTAHAN
MEDAN Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyediakan layanan kese
NASIONAL
RANTAUPRAPAT Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut telah menetapkan Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kas B
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Sebagai bentuk kepedulian sosial dan pembentukan karakter, para siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Resimen Desaka Dhira Pra
NASIONAL