BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Kemlu RI: Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Ditunda

Nurul - Jumat, 20 Maret 2026 10:55 WIB
Kemlu RI: Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Ditunda
TNI. (foto: AFP/BBC)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengumumkan bahwa pengiriman prajurit TNI untuk menjalani misi perdamaian di Gaza, yang sebelumnya dijadwalkan mulai Mei mendatang, ditunda.

Selain itu, pembahasan mengenai Board of Peace (BoP) yang dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga masih ditangguhkan.

Penundaan ini seiring dengan perkembangan situasi yang terus dipantau oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga:

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl, dalam keterangan persnya pada Jumat (20/3/2026), menjelaskan bahwa keputusan penundaan ini diambil guna menyesuaikan dengan dinamika terkini di kawasan Timur Tengah.

"Dapat kami sampaikan bahwa pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza saat ini ditunda dan segala pembahasan terkait Board of Peace masih ditangguhkan (on hold)," ujar Vahd kepada wartawan.

Vahd menegaskan bahwa Indonesia terus memantau secara seksama perkembangan situasi di Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan masalah keamanan.

Indonesia, lanjutnya, berkomitmen untuk berpartisipasi dalam upaya perdamaian internasional, tetapi tetap berlandaskan pada kepentingan nasional dan hukum internasional.

"Pemerintah Indonesia terus memantau secara seksama perkembangan situasi, khususnya situasi keamanan di Timur Tengah," kata Vahd.

"Setiap kemungkinan partisipasi Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF) akan selalu berada di bawah kendali penuh Indonesia, berdasarkan mandat Dewan Keamanan PBB Resolusi 2803 (2025), serta selaras dengan politik luar negeri bebas-aktif kami," tambahnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa pasukan internasional, termasuk Indonesia, direncanakan akan dikerahkan ke Jalur Gaza mulai Mei 2026, sebagai bagian dari fase berikutnya dalam rencana perdamaian yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump.

Laporan media Israel, KAN, mengungkapkan bahwa sekitar 5.000 tentara Indonesia diperkirakan akan bergabung dengan pasukan internasional tersebut, yang akan ditempatkan di wilayah Gaza selatan, terutama di sekitar Rafah.

Namun, dengan penundaan ini, rencana pengiriman pasukan internasional, yang juga akan melibatkan negara-negara seperti Kazakhstan, Maroko, Albania, dan Kosovo, dipastikan akan mengalami penyesuaian.

Selain itu, delegasi militer dari negara-negara yang terlibat diperkirakan akan melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap situasi di Gaza dalam waktu dekat.

Sebelumnya, pada 9 Februari 2026, media Israel melaporkan bahwa persiapan sudah mulai dilakukan untuk kedatangan ribuan tentara Indonesia yang akan bergabung dalam misi stabilisasi ini, sebagai bagian dari upaya internasional untuk mengakhiri konflik di Gaza.

Namun, dengan perkembangan terbaru ini, Indonesia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait partisipasi dalam misi tersebut akan terus disesuaikan dengan kondisi yang berkembang di lapangan.*


(d/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Penahanan Empat TNI Terkait Teror Air Keras Andrie Yunus Tunjukkan Komitmen Supremasi Hukum di Era Prabowo, Bawono Kumoro: Tidak Ada yang Kebal Hukum
Polda Metro Jaya Konfirmasi, BHC dan BHW Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Adalah Orang yang Sama
Prabowo: Jika Tak Masuk BoP, Kita Tak Bisa Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Prabowo: Ini Adalah Terorisme, Harus Kita Usut!
Gubernur Sumut Bobby Nasution Beri Pesan Kepemimpinan kepada Taruna Akpol dan Akmil: Kompak dalam Menyelesaikan Masalah Masyarakat
Perbedaan Versi Polri dan TNI soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Wamenham: Segera Koordinasi Agar Tak Membingungkan Publik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru