Sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz H. Asroi Saputra, M.A., yang mengangkat tema "Jangan Jadikan Kemenangan Ini Kemenangan Palsu".
Dalam khutbahnya, Asroi menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum evaluasi diri.
Ia mengingatkan bahwa kemenangan sejati tidak hanya tampak dari simbol lahiriah, tetapi juga perubahan sikap dan akhlak.
"Banyak yang mudah memaafkan orang lain, tetapi sulit berdamai dengan keluarga sendiri. Ada pula yang ramah kepada orang luar, namun keras terhadap pasangan," ujar Asroi di hadapan jamaah.
Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan kemenangan yang belum utuh.
Ia mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki hubungan sosial, terutama dalam lingkup keluarga.
Selain itu, Asroi juga menyampaikan pesan kepada para pemimpin agar menjaga amanah dalam menjalankan tugas.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang berintegritas menjadi kunci terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir khutbah, jamaah diajak mendoakan umat Muslim di Palestina.
Doa tersebut menjadi simbol solidaritas terhadap saudara seiman yang tengah menghadapi konflik.
Salat Id berlangsung khidmat dan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan warga dalam merayakan hari kemenangan.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Ribuan Jamaah Padati Masjid Al Abror Padangsidimpuan Saat Sholat Idul Fitri 2026, Khatib Ungkap “Kemenangan Palsu”