Kunjungan Tim Wasops yang dipimpin Brigjen Pol. Yakub Dedy Karyawan, S.I.K., M.Si., bersama beberapa perwira tinggi Polri lainnya ke Polda Bali. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Seluruh aspek operasional, termasuk penguatan pengamanan, pelayanan publik, dan koordinasi lintas sektoral, telah dipersiapkan untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik yang aman dan tertib.
Kesiapan ini juga mendapat perhatian langsung dari Tim Pengawas Operasi (Wasops) Ketupat 2026 Itwasum Polri, yang melakukan kunjungan ke Polda Bali untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan sesuai rencana.
Kunjungan Tim Wasops yang dipimpin Brigjen Pol. Yakub Dedy Karyawan, S.I.K., M.Si., bersama beberapa perwira tinggi Polri lainnya, merupakan bagian penting dalam evaluasi kesiapan
PoldaBali dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur lebaran.
Dalam paparan yang disampaikan oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) PoldaBali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H., PoldaBali telah memastikan kesiapan mulai dari personel, sarana-prasarana, hingga sistem monitoring berbasis digital yang akan digunakan selama operasi.
Kombes Pol. Soelistijono mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, PoldaBali telah melakukan sejumlah persiapan matang, mulai dari rapat koordinasi lintas sektoral, latihan pra-operasi, hingga apel gelar pasukan.
Puncak arus mudik yang sempat menimbulkan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk berhasil diatasi berkat pengaturan lalu lintas yang efisien dan penyebaran personel di titik-titik rawan.
Selain itu, langkah rekayasa lalu lintas, penyekatan kendaraan besar di beberapa titik, serta koordinasi dengan ASDP Indonesia Ferry, KSOP, dan instansi terkait turut memperlancar proses arus penyeberangan.
"Dengan sinergi yang baik antara berbagai instansi dan disiplin petugas di lapangan, antrean panjang dapat diurai tepat waktu, memastikan kelancaran arus mudik dan balik," ujar Kombes Pol. Soelistijono.
Salah satu inovasi yang diterapkan selama Operasi Ketupat 2026 adalah penerapan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang.
Pola ini terbukti efektif mempercepat arus penyeberangan kapal, sehingga mampu mengurangi kemacetan dan mempercepat proses pergerakan kendaraan menuju Bali.
"Pola TBB ini membantu mengurangi beban kendaraan yang mengarah ke Pelabuhan Gilimanuk. Kami juga telah menempatkan buffer zone untuk kendaraan berat agar dapat mengatur aliran lalu lintas lebih efektif," kata Kombes Pol. Soelistijono.
Dalam situasi yang penuh tantangan seperti ini, PoldaBali tidak hanya fokus pada tugas pengamanan, namun juga mengedepankan pendekatan humanis.
Personel polisi di lapangan juga sigap membantu pemudik, seperti saat membangunkan sopir yang tertidur saat menunggu antrean di pelabuhan.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga keselamatan pemudik dan memberikan rasa aman selama perjalanan.
Brigjen Pol. Yakub Dedy Karyawan, Ketua Tim Wasops Ketupat 2026, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja PoldaBali dalam mengelola operasi, terutama mengingat kompleksitas situasi yang beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh personel PoldaBali yang telah mengamankan arus mudik dan menjaga ketertiban di Pelabuhan Gilimanuk. Ini adalah upaya luar biasa yang patut dihargai," ujar Brigjen Pol. Yakub.
Tim Wasops juga menyoroti pentingnya pengawasan yang ketat terhadap personel, untuk memastikan bahwa semua anggota tetap bekerja sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan, sekaligus menghindari pelanggaran.
Dengan seluruh kesiapan yang telah dilakukan dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder terkait, PoldaBali yakin bahwa Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib, memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat yang merayakan hari raya.
"Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami berharap seluruh pemudik dapat merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa hambatan selama perjalanan," pungkas Kombes Pol. Soelistijono.*