BREAKING NEWS
Rabu, 08 April 2026

Kemnaker Gaspol Vokasi 2026, Ribuan Peserta Siap Masuk Dunia Kerja

Raman Krisna - Rabu, 08 April 2026 19:32 WIB
Kemnaker Gaspol Vokasi 2026, Ribuan Peserta Siap Masuk Dunia Kerja
Peluncuran program dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Rabu (8/4/2026), dan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (Foto: Biro Humas Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEKASI - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026.

Lebih dari 10 ribu peserta dari lulusan SMA dan SMK sederajat ikut serta dalam program ini.

Peluncuran program dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Rabu (8/4/2026), dan dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja.

"Pelatihan vokasi merupakan salah satu upaya strategis dalam menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia," ujarnya.

Sepanjang tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 70 ribu peserta yang didanai melalui APBN.

Pada tahap awal, tercatat sebanyak 29.850 orang mendaftar melalui platform Skillhub. Dari jumlah tersebut, 10.405 peserta dinyatakan lolos, terdiri dari 5.833 peserta melalui jalur seleksi dan 4.572 melalui kerja sama afirmatif dengan mitra industri.

Para peserta mengikuti pelatihan di berbagai lokasi, termasuk Balai Latihan Kerja (BLK), satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta BLK UPTD yang tersebar di berbagai daerah.

Yassierli menekankan bahwa pelatihan dilakukan secara serentak untuk memastikan pemerataan akses bagi seluruh pencari kerja.

"Dengan sistem serentak ini, kita ingin memastikan setiap pencari kerja memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensinya," katanya.

Program ini juga dirancang inklusif, termasuk memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk ikut serta.

Menariknya, sekitar 50 persen peserta pada batch pertama telah memiliki komitmen penempatan kerja setelah pelatihan, menunjukkan kuatnya keterkaitan program dengan kebutuhan industri.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Di Tengah Efisiensi, BGN Siapkan Motor Listrik untuk Kepala SPPG: Masuk Anggaran 2025
Wamenkeu Ungkap Strategi Tahan Defisit Meski Subsidi BBM Naik
Rupiah Tembus Rp17.100, Pemerintah Klaim Masih dalam Skenario
DPR: BBM Subsidi Aman hingga 2026, Jangan Disalahgunakan!
Rupiah Melemah ke Rp17.072/US$, Harga Minyak dan Risiko Konflik Iran Tekan Pasar Asia
Wacana Potong Gaji Menteri Muncul, Purbaya: Sekitar 25%
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru