BREAKING NEWS
Kamis, 09 April 2026

Debat Panas di Unand, Andre Rosiade Jawab Kritik Mahasiswa soal MBG: Harus Sesuai Data dan Fakta

Nurul - Kamis, 09 April 2026 13:24 WIB
Debat Panas di Unand, Andre Rosiade Jawab Kritik Mahasiswa soal MBG: Harus Sesuai Data dan Fakta
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadiri diskusi publik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Andalas pada Kamis, 9 April 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANG — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadiri diskusi publik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Andalas pada Kamis, 9 April 2026.

Kehadiran Andre di tengah kampus tersebut berlangsung di tengah menguatnya kritik mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.

Diskusi bertajuk "Menguliti Narasi Keberhasilan Pemerintah Pusat di Tengah Krisis Daerah" itu menjadi ruang dialog antara mahasiswa, akademisi, dan pembuat kebijakan.

Baca Juga:

Andre menyatakan kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan untuk mendengar langsung aspirasi mahasiswa.

"Saya dulu juga Presiden Mahasiswa. Kritik silakan, tapi harus berbasis data dan fakta," kata Andre dalam forum tersebut.

Dalam kesempatan itu, Andre juga meninjau sejumlah program pembangunan di kampus, termasuk proyek gedung serbaguna yang didukung dana CSR serta rencana pembangunan fasilitas olahraga.

Ia turut menyinggung upaya penyelesaian persoalan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mahasiswa yang nonaktif saat memasuki perguruan tinggi.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan untuk mencarikan solusi," ujarnya.

Sejumlah kritik mahasiswa mengemuka, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan pendidikan

. Presiden Mahasiswa KM Unand, Shabbarin Syakur, menyebut kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan hasil kajian lapangan.

"Kami tidak menolak program, tetapi implementasinya perlu dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan daerah," kata Syakur.

Menanggapi hal itu, Andre menegaskan program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan angka stunting, khususnya di Sumatera Barat.

Ia mengklaim program tersebut juga memberikan dampak ekonomi signifikan.

"Perputaran ekonomi dari program ini di Sumatera Barat mencapai Rp10 hingga Rp12 triliun, dengan sebagian besar dinikmati pelaku usaha lokal," ujarnya.

Andre menjelaskan, dari total anggaran program, sekitar 86 persen dialokasikan untuk kebutuhan bahan pangan yang diserap dari masyarakat, termasuk petani dan pelaku UMKM.

Meski demikian, ia mengakui implementasi program tersebut masih memiliki kekurangan.

Pemerintah, kata dia, membuka ruang evaluasi dan pengawasan untuk memastikan manfaat program tepat sasaran.

"Tidak ada kebijakan yang sempurna. Yang penting kita terus perbaiki," kata politikus Partai Gerindra itu.

Selain isu MBG, diskusi juga menyoroti pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat, termasuk rencana tol Sicincin–Bukittinggi serta pengaktifan kembali jalur kereta api.

Andre juga menyinggung bantuan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Batang Anai.

Sementara itu, akademisi FISIP Unand, Indah Adi Putri, menilai program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Namun, ia menekankan pentingnya pengawasan higienitas dan transparansi distribusi bantuan.

Senada, dosen lainnya, Malse Yulivestra, mengingatkan pentingnya keberlanjutan program serta pelibatan pelaku ekonomi lokal dalam rantai pasok.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan yang disampaikan.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand, Hary Efendi Iskandar, menilai kehadiran Andre di tengah mahasiswa mencerminkan pentingnya menjaga ruang dialog antara pemerintah dan kampus.

Menurut dia, dinamika kritik mahasiswa merupakan bagian dari tradisi intelektual yang wajar dalam kehidupan akademik.*


(dkp/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Resmikan Pabrik Bus dan Truk Listrik VKTR, Dorong Industrialisasi Energi Bersih Nasional
Prabowo: Bangsa Perlu “Keras Kepala”, Seperti Iran
Legitimasi Kekuasaan Presiden Prabowo Dibangun di Atas Demokrasi Sah dan Kuat
Ribuan Warga Hadiri Halalbihalal dan Tabligh Akbar di Mandailing Natal, Bupati Tekankan Penguatan Spiritual dan Pengawasan Narkoba
Heboh Isu Pemakzulan Dirinya, Begini Respons Presiden Prabowo
Di Balik Gencatan: Implikasinya Bagi Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru