Rebutan Kursi HUT RI di Istana Sengit, 128 Ribu Orang War Ticket dari 14 Negara
JAKARTA Antusiasme masyarakat untuk menghadiri rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di
NASIONAL
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons tudingan adanya aliran dana korupsi proyek perkeretaapian di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Medan yang disebut-sebut untuk kepentingan Pilgub Sumut 2024.
Bobby mempertanyakan kronologi tuduhan tersebut, terutama terkait waktu dugaan korupsi dan pelaksanaan pemilihan gubernur.
"Coba lihat korupsinya tahun berapa? Pilgubnya tahun berapa? Jangan-jangan KPU belum tentukan jadwal Pilgubnya, mereka sudah korupsi," kata Bobby saat ditemui di Kantor KONI Sumut, Jumat (10/4/2026).Baca Juga:
Ia menilai tudingan tersebut perlu diuji secara jelas, terutama soal waktu kejadian dan aliran dana yang dimaksud.
Minta Bukti ke Penuduh
Bobby menegaskan bahwa pihak yang menyampaikan tuduhan harus mampu membuktikannya di pengadilan. Ia menyebut beban pembuktian ada pada pihak yang mengungkap dugaan tersebut.
"Tanya saja dia, korupsinya kapan? Pilgubnya kapan? Nyetornya kapan? Kalau saya diminta keterangan, ya dia dulu yang harus jelaskan dan kasih bukti," tegasnya.
Pengakuan di Persidangan
Sebelumnya, mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta DJKA Kementerian Perhubungan, Danto, dalam persidangan mengaku pernah diperintahkan untuk mengumpulkan dana.
Menurut Danto, perintah tersebut datang dari mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dana yang dikumpulkan disebut berkaitan dengan kepentingan Pemilihan Presiden dan Pilgub Sumut 2024.
"Waktu itu beliau minta saya membantu Pilpres. Saya jalankan karena takut dicopot," ujar Danto di hadapan majelis hakim.
Ia menjelaskan, pengumpulan dana dilakukan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor proyek, dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah per PPK.
Budi Karya Bantah
Dalam sidang yang sama, Budi Karya Sumadi membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah memberikan perintah pengumpulan dana seperti yang disampaikan Danto.
"Saya tidak pernah memerintahkan itu. Tidak benar ada pengumpulan dana," tegasnya di persidangan.
KPK Ungkap Modus Proyek
Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi proyek jalur kereta api di wilayah Medan periode 2021–2024. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya mengungkap adanya praktik pengaturan lelang proyek perkeretaapian.
Modus yang digunakan antara lain pemberian suap untuk memenangkan kontraktor tertentu dalam proyek tersebut.*
(k/dh)
JAKARTA Antusiasme masyarakat untuk menghadiri rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons viralnya kasus komentar negatif dan nirempati dari sejumlah tenaga kesehatan (nakes) te
NASIONAL
JAKARTA Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 20152019, Saut Situmorang, menyebut mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khu
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut gaji manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menca
EKONOMI
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap hasil identifikasi laboratorium terkait kasus keracunan dalam Program Ma
KESEHATAN
JAKARTA Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran secara nasional tercatat mencapai Rp59.150 per kilogram (kg), sementara harga
EKONOMI
GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan tiga prioritas pembangunan tematik untuk mempercepa
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina turun langsung memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) d
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi dan silaturahmi jajaran Pimpinan Daerah (PD) Muslimat Al Washliy
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina secara resmi melepas 12 personel yang terdiri dari 10 anggota Satuan Pol
PEMERINTAHAN