Kena OTT Proyek Jalan PUPR, KPK Tangkap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dan 13 Orang
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar aspek kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional. Hal ini menyusul meningkatnya kasus gangguan kesehatan jiwa pada anak dan remaja di Indonesia.
"Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa," kata Lestari dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia awal 2026, sekitar 5 persen anak dan remaja di Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.Baca Juga:
Temuan tersebut diperkuat hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Maret 2026 yang menunjukkan satu dari sepuluh anak Indonesia memiliki indikasi masalah kesehatan mental.
Dari sekitar 7 juta anak yang menjalani skrining, sebanyak 363.326 anak (4,8 persen) mengalami gejala depresi dan 338.316 anak (4,4 persen) mengalami kecemasan. Namun, hanya 2,6 persen yang mendapatkan penanganan profesional.
Lestari menilai kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Ia juga menyinggung sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan anak dan remaja sebagai bagian dari gejala yang lebih besar.
"Itu adalah gejala dari sistem yang gagal membekali mereka dengan kemampuan memahami diri sendiri," ujarnya.
Ia turut mengkritisi sistem pendidikan yang selama ini terlalu menitikberatkan pada capaian akademik, seperti nilai dan peringkat, namun mengabaikan kesehatan mental dan kematangan emosi siswa.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, sekolah bisa menjadi ruang yang memproduksi tekanan, bukan membangun ketahanan," tegasnya.
Menurutnya, anak-anak saat ini hidup di tengah tekanan yang semakin kompleks, namun belum dibekali kemampuan yang cukup untuk mengelola emosi dan stres.
Ia pun mengingatkan bahwa tanpa intervensi serius, Indonesia berisiko kehilangan satu generasi akibat lemahnya ketahanan mental.
"Untuk menjadi bangsa yang kuat, kita membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental," tutupnya.*
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivis sosial Palti Hutabarat meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memanfaatkan persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) untu
POLITIK
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki kewenangan memeriksa persoalan syarat pendidikan
NASIONAL
DELI SERDANG Warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), digegerkan dengan penemuan mayat bayi baru lahir yang ditemukan dalam bu
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkuat pengawalan terhadap program strategis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengawalan dilakukan
NASIONAL
SERANG Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan kebijakan ketenagakerjaan harus mampu menjaga perlindungan peke
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ekosistem Komite Stabilitas
EKONOMI
MEDAN Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan 4.434 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Jawa Timur yang tiba di Pelabuhan
EKONOMI
LUBUK PAKAM Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Deli Serdang menangkap tiga pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pria berinisial J (30) yang diduga membegal pengemudi ojek pangkalan di kawasan
HUKUM DAN KRIMINAL