BREAKING NEWS
Kamis, 16 April 2026

MTI Usul Transportasi Umum Gratis untuk Tekan Konsumsi BBM

Raman Krisna - Rabu, 15 April 2026 22:40 WIB
MTI Usul Transportasi Umum Gratis untuk Tekan Konsumsi BBM
Ilustrasi - Penumpang menaiki kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (1/4/2019). (foto: Liputan6/Johan Tallo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengusulkan kebijakan transportasi umum gratis sebagai langkah cepat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan krisis energi global.

Kebijakan ini dinilai dapat mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Ketua Umum MTI Haris Muhammadun mengatakan krisis energi global harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan mendasar pada sistem transportasi nasional, bukan sekadar respons jangka pendek.

Baca Juga:

"Kita perlu kebijakan misalnya digratiskan angkutan umum selama sebulan," kata Haris dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Menurut MTI, kebijakan pembatasan mobilitas seperti yang telah diterapkan pemerintah melalui skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap Jumat belum cukup efektif dalam menekan konsumsi BBM secara berkelanjutan.

Haris menilai, kebijakan WFH justru berpotensi memunculkan dampak samping, seperti meningkatnya perjalanan non-produktif, termasuk wisata atau perjalanan ke luar kota, yang tetap menggunakan BBM.

"Potensi efek sampingnya antara lain pergeseran perjalanan ke aktivitas non-produktif yang tetap mengonsumsi BBM, penurunan produktivitas ekonomi di sektor tertentu, serta ketidakefektifan bila tanpa dukungan transportasi publik," ujarnya.

MTI juga meminta pemerintah mengevaluasi efektivitas kebijakan WFH dalam konteks penghematan energi, termasuk dampaknya terhadap pola mobilitas masyarakat.

Dalam jangka panjang, MTI mendorong transformasi sistem transportasi nasional berbasis angkutan umum yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Usulan tersebut mencakup perluasan layanan transportasi publik di kota menengah dan wilayah perdesaan, serta reorientasi subsidi energi dari BBM ke sektor transportasi umum.

Selain itu, MTI juga menekankan pentingnya integrasi sistem transportasi dengan sektor logistik nasional serta percepatan penggunaan kendaraan rendah emisi.

"Krisis energi tidak boleh hanya dijawab dengan membatasi mobilitas. Warga harus tetap bisa mengakses sekolah, layanan kesehatan, dan pekerjaan," kata Haris.

MTI menilai kebijakan stimulus transportasi publik, termasuk skema tarif nol, dapat menjadi titik awal perubahan perilaku mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.*


(km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Seskab Teddy: Prabowo Bawa “Oleh-oleh” Kesepakatan Strategis dari Rusia dan Prancis
Police Goes to School di SMAN 1 Ulu Barumun, Ini Pesan Penting Kapolsek Barumun untuk Siswa
Rusia Siap Pasok BBM dan LPG ke RI, ESDM: Skema Kerja Sama Masih Dibahas Tim Teknis
Pimpinan MPR Sebut RI Masuk Zona Aman Energi Usai Dapat Pasokan dari Rusia
Mentan Amran: Stok Beras RI Aman hingga 11 Bulan, Siap Hadapi Krisis Pangan Global
Prabowo Temui Putin di Kremlin, Bahas Energi hingga Geopolitik untuk Perkuat Ketahanan Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru