BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

BPS: Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Melambat Jadi 1,08 Persen dalam Lima Tahun Terakhir

Dharma - Selasa, 05 Mei 2026 15:24 WIB
BPS: Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Melambat Jadi 1,08 Persen dalam Lima Tahun Terakhir
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam rilis pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I/2026, Selasa (5/5/2026). (Foto: Bisnis-Dany Saputra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTABadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia mengalami perlambatan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 1,08 persen per tahun.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, angka tersebut lebih rendah dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) yang mencapai 1,10 persen per tahun.

"Penduduk Indonesia masih terus bertumbuh dengan laju 1,08 persen per tahun dalam lima tahun terakhir, dan setengahnya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa," ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:

BPS mencatat jumlah penduduk Indonesia berdasarkan SUPAS 2025 mencapai 284,67 juta jiwa, dengan 55,65 persen di antaranya berada di Pulau Jawa.

Dari sisi komposisi usia, sekitar 68,92 persen penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z, Milenial, dan Post-Gen Z. Kondisi ini menunjukkan struktur penduduk Indonesia masih didominasi usia produktif.

Namun demikian, rasio ketergantungan penduduk mengalami kenaikan menjadi 45,05. Artinya, setiap 100 orang usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia nonproduktif, naik dibandingkan 44,33 pada 2020.

Selain itu, angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) tercatat menurun menjadi 2,13 dari sebelumnya 2,18. Penurunan ini dipengaruhi berkurangnya angka kelahiran pada kelompok usia muda, khususnya 15-19 tahun dan 20-24 tahun.

BPS juga mencatat perbaikan pada indikator kesehatan. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) turun menjadi 14,12 per 1.000 kelahiran hidup, dari sebelumnya 16,85. Sementara angka kematian ibu melahirkan (Maternal Mortality Ratio/MMR) juga menurun menjadi 144 per 100.000 kelahiran hidup, dari 189 pada 2020.

Di sisi lain, mobilitas penduduk menunjukkan peningkatan. Migrasi internasional, baik masuk maupun keluar, mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya. Untuk migrasi domestik, DKI Jakarta tercatat sebagai daerah dengan persentase migrasi keluar antarprovinsi terbesar.

BPS menilai berbagai indikator tersebut menjadi gambaran dinamika kependudukan Indonesia yang terus berkembang, sekaligus menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan ke depan.*

(an/dh)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPK Naik Hampir 10 Persen, Bank Sumut Kian Percaya Diri di Tengah Persaingan Perbankan Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru