Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tanpa stunting harus menjadi agenda utama nasional demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono saat menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Budi menilai Indonesia tidak cukup hanya mengejar target pertumbuhan ekonomi, namun juga harus memastikan kualitas generasi muda terbebas dari stunting dan memiliki daya saing global.
Baca Juga:
"Agar visi Indonesia Maju 2045 tercapai, kualitas SDM harus dijaga tanpa stunting. Reformasi pendidikan dan keterampilan harus menjadi agenda utama nasional," ujar Budi di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu diprioritaskan untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui yang berisiko melahirkan anak stunting.
Selain itu, pemerintah juga diminta menggeser fokus pembangunan pendidikan dari sekadar angka partisipasi sekolah menjadi peningkatan kualitas SDM berbasis teknologi dan industri masa depan.
Menurutnya, pendidikan di bidang matematika, sains, rekayasa, kecerdasan buatan (AI), hingga vokasi industri harus diperkuat untuk menyiapkan generasi unggul menghadapi persaingan global.
Tak hanya itu, Budi juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis meritokrasi dan digitalisasi layanan pemerintah guna mendorong efisiensi serta mengurangi kebocoran anggaran negara.
"Tanpa birokrasi yang efisien, industrialisasi hanya akan menghasilkan rente baru dan kebocoran anggaran," tegasnya.
Kemendukbangga juga mendorong hilirisasi industri nasional naik kelas dengan memperkuat sektor baterai kendaraan listrik, petrokimia, material maju, hingga komponen teknologi.
Di sisi lain, investasi riset dan pengembangan dinilai harus ditingkatkan secara signifikan agar Indonesia tidak terus bergantung pada teknologi asing.
Menurut Budi, pembangunan infrastruktur juga harus diarahkan untuk menekan biaya logistik nasional sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.