Jelang Haji 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan di Bandara untuk Cegah Jemaah Ilegal
JAKARTA Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperketat pengawasan menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2026. Langkah ini dilakukan u
NASIONAL
KORUT -Sebuah insiden yang mengejutkan terjadi ketika sebuah balon dari Korea Utara membawa sampah mendarat di kompleks kantor kepresidenan Korea Selatan (Korsel) di Seoul. Media lokal melaporkan bahwa balon tersebut berisi selebaran propaganda yang mengejek Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol, dan istrinya, Kim Keon Hee. Insiden ini terjadi pada Kamis (24/10/2024) dan menambah ketegangan yang sudah ada antara kedua negara.
Menurut kantor berita AFP, kelompok aktivis di Korsel telah lama mengirimkan berbagai materi propaganda ke Korea Utara, yang biasanya dibawa oleh balon. Materi tersebut sering kali mencakup selebaran, uang dolar AS, dan terkadang drive USB berisi konten K-pop atau K-drama, yang dilarang di negara komunis tersebut.
Korea Utara sendiri telah membalas dengan meluncurkan balon-balon berisi sampah ke Korsel sejak Mei, yang dianggap sebagai reaksi terhadap tindakan para aktivis Korsel. Dinas Keamanan Presiden Korsel menyatakan bahwa balon yang jatuh tersebut “meledak di udara”, dan serpihan yang dihasilkan tersebar di sekitar kompleks kantor Yongsan.
Pemeriksaan keamanan yang dilakukan setelah kejadian mengonfirmasi bahwa tidak ada risiko atau kontaminasi berbahaya akibat insiden tersebut. Meskipun kompleks ini dilindungi ketat oleh puluhan tentara dan merupakan zona larangan terbang, kejadian ini menandai kali kedua kantor pemimpin Korsel terkena balon dari Utara, dengan insiden pertama terjadi pada bulan Juli lalu.
Media Chosun Daily melaporkan bahwa selebaran yang dibawa balon tersebut berisi pesan-pesan anti-Selatan yang menyudutkan Presiden Yoon dan istrinya, termasuk frasa-frasa provokatif seperti, “Beruntunglah Presiden Yoon dan istrinya tidak memiliki anak” dan “Korea Selatan adalah Kerajaan Keon Hee.” Tuduhan ini muncul di tengah isu yang melibatkan Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee, yang dituduh terlibat dalam skema manipulasi saham.
Ketegangan semakin meningkat setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melontarkan kritik tajam terhadap tindakan aktivis Korsel yang mengirim materi anti-Pyongyang. Dia menekankan bahwa Seoul harus merasakan akibat dari tindakannya sendiri untuk memahami dampak yang dapat ditimbulkan.
Insiden ini menggambarkan betapa kompleksnya hubungan antara kedua negara dan mengingatkan kita akan potensi konflik yang terus ada di Semenanjung Korea. Seiring dengan meningkatnya provokasi dan retorika tajam dari kedua belah pihak, dunia akan terus mengawasi perkembangan situasi ini dengan cermat.
(N/014)
JAKARTA Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperketat pengawasan menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2026. Langkah ini dilakukan u
NASIONAL
MEDAN PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Sum
NASIONAL
MEDAN Ratusan ribu kendaraan tercatat melintasi ruas tol di Sumatera Utara selama periode libur Paskah 2026. Dua ruas utama, yakni Tol B
NASIONAL
ACEH TENGAH Seorang perawat di RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, dinonaktifkan setelah video dirinya berjoget di ruang operasi saat tindakan
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren
NASIONAL
CHICAGO Harga emas dunia bertahan di level tinggi pada perdagangan akhir pekan. Logam mulia dengan simbol Emas (XAU/USD) tercatat berada
EKONOMI
JAKARTA Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong penguatan sistem perlindungan saksi dan korban melalui pembahasan Rancang
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Ashabul Kahfi, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Work From Home (WFH) bagi pek
POLITIK
BINJAI Kasus korupsi yang melibatkan mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtan) Kota Binjai, Ralasen Ginting, sema
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, yang menyebut industri Event Organizer (EO) sebagai sarang korupsi m
POLITIK