BREAKING NEWS
Kamis, 25 Juni 2026

Akui Terima Rp20 Juta Sebelum Demo, Ketua BEM FH UBK Nonaktif Buka Suara dan Minta Maaf

Johan - Rabu, 24 Juni 2026 21:32 WIB
Akui Terima Rp20 Juta Sebelum Demo, Ketua BEM FH UBK Nonaktif Buka Suara dan Minta Maaf
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif, Muhammad Abdimaludin (tengah). (foto: Setwapres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif, Muhammad Abdimaludin, menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf setelah dirinya mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta sebelum aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta pada 15 Juni 2026.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Rabu (24/6/2026), Abdimaludin menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk memperbaiki sikap dan menjalankan tanggung jawab organisasi secara lebih baik.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada rektor dan seluruh pimpinan kampus UBK atas perhatian, dukungan, serta ruang dialog yang diberikan kepada gerakan mahasiswa UBK," ujarnya.

Baca Juga:

Ia menegaskan bahwa dukungan dari pihak kampus menjadi pengingat bahwa gerakan mahasiswa harus tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung etika perjuangan.

"Dukungan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan mahasiswa harus tetap dijalankan secara bertanggung jawab, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat," tegasnya.

Abdimaludin juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa UBK, para aktivis, pimpinan kampus, media massa, serta masyarakat luas atas polemik yang muncul.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengalaman berharga untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan menjalankan amanah organisasi.

Selain itu, ia menyatakan siap memberikan penjelasan serta mempertanggungjawabkan seluruh hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut melalui mekanisme organisasi maupun proses hukum yang berlaku.

Abdimaludin menegaskan bahwa seluruh fakta terkait penerimaan uang tersebut harus disampaikan secara terbuka, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah munculnya berbagai informasi dan opini yang berkembang, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tetap menjaga persatuan dan fokus pada tujuan perjuangan.

"Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan kejernihan berpikir, persatuan, dan semangat perjuangan yang berlandaskan kepentingan rakyat," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak mengubah arah perjuangan mahasiswa UBK dalam mengawal berbagai isu publik.

"Kami tetap konsisten menuntut perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi kebijakan publik, serta penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat dan mahasiswa," tegas Abdimaludin.

Sebelumnya, pihak Universitas Bung Karno mengungkap dugaan penerimaan uang sebesar Rp20 juta oleh Abdimaludin yang saat itu menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum UBK.

Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, mengatakan uang tersebut diduga berasal dari oknum aparat kepolisian dan disalurkan melalui seorang alumni Fakultas Hukum UBK.

Menurut Daniel, pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Abdimaludin kepada pihak universitas saat dimintai klarifikasi.

"Kami sudah memanggil Ketua BEM Fakultas Hukum, saudara Abdi. Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian," kata Daniel dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan, uang tersebut diberikan menjelang aksi demonstrasi mahasiswa dengan tujuan agar aksi tidak dilakukan di kawasan Istana Negara dan dialihkan ke Gedung DPR RI.

Namun berdasarkan pengakuan yang disampaikan kepada pihak kampus, mahasiswa tetap melaksanakan aksi sesuai rencana awal di kawasan Istana meskipun uang tersebut telah diterima.

Hasil penelusuran internal UBK juga menyebutkan bahwa dana Rp20 juta itu diduga tidak seluruhnya digunakan oleh Abdimaludin, melainkan sebagian dibagikan kepada sejumlah mahasiswa yang terlibat dalam persiapan aksi.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik dan masih menjadi bagian dari proses klarifikasi lebih lanjut di lingkungan kampus maupun pihak terkait.* (cn/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Angka Lulusan SMA yang Kuliah Masih Rendah, UGM Minta Pemerintah Perluas Beasiswa
Hotman Paris Ungkap Ada 'Orang Dekat Solo' Minta Video soal Roy Suryo dan dr Tifa Dihapus
DPRD Binjai Dinilai 'Buang Badan', Mahasiswa Pertanyakan Fungsi Wakil Rakyat
PT PASU Klaim Tetap Bayar Kewajiban ke Inalum hingga 2024, Kuasa Hukum: Transaksi Berjalan Lancar
APDESU Laporkan Dugaan KKN dalam SPMB Kabupaten Batu Bara ke Kejaksaan
Bakom RI Bantah Tudingan Pengondisian Demo MBG: Pemerintah Hormati Semua Pendapat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru