BREAKING NEWS
Kamis, 25 Juni 2026

Herry Dahana: Dukungan Kritis dan Pengawasan Publik Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

gusWedha - Kamis, 25 Juni 2026 19:57 WIB
Herry Dahana: Dukungan Kritis dan Pengawasan Publik Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Herry Dahana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap optimistis sekaligus aktif mengawal pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Herry, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengkritisi kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kesediaan memberikan masukan yang objektif serta mendukung program-program yang dinilai bermanfaat bagi kepentingan rakyat.

"Tidak ada bangsa yang menjadi maju hanya karena pandai mengkritik. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mengawal pemerintah, memberikan masukan yang objektif, serta mendukung setiap kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat," ujar Herry dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:

Herry menilai Indonesia saat ini berada dalam fase penting menuju Indonesia Emas 2045.

Namun, perjalanan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, persaingan geopolitik, perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, hingga persoalan ketahanan pangan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, dan memiliki daya saing sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Menurut Herry, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai program strategis yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kualitas pendidikan, mempercepat hilirisasi industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Salah satu program yang menjadi perhatian publik saat ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Herry menilai beragam tanggapan terhadap program tersebut merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

"Dalam negara demokrasi, perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar. Namun alangkah baiknya jika setiap kebijakan dinilai secara objektif berdasarkan tujuan, pelaksanaan, hasil yang dicapai, serta bukti-bukti yang tersedia," katanya.

Ia menjelaskan bahwa program makan bergizi bagi anak sekolah bukanlah kebijakan baru di dunia.

Sejumlah negara seperti Jepang, Finlandia, Brasil, India, dan Korea Selatan telah menerapkan program serupa sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Dorong Produk Lokal Medan Go Nasional Lewat Galeri Dekranasda
Program Prioritas Prabowo Terancam? Kementerian PKP Butuh Rp24,87 Triliun tetapi Hanya Dapat Rp1,5 Triliun
CNG 3 Kg Bakal Gantikan LPG? Segera Diproduksi Juli 2026, Bahlil Pastikan Tabung Aman dari Risiko Ledakan
KPK Temukan Dugaan Intervensi BPK Pusat Ubah Hasil Audit Muara Enim Jadi WTP, Sejumlah Dokumen Disita
2 Tahun Warga Keluhkan Jalan Tanah Abang-Galang yang Rusak Parah, Bobby Nasution: Perbaikan Dimulai Pekan Depan
Bobby Nasution Usul Enam BUMD Sumut Dimerger, Target Jadi Tiga atau Empat Perusahaan Lebih Kuat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru