BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

DWP Kemnaker Dorong Budaya Kerja Peduli Kesehatan Mental Lewat Workshop Psychological First Aid

gusWedha - Kamis, 25 Juni 2026 21:03 WIB
DWP Kemnaker Dorong Budaya Kerja Peduli Kesehatan Mental Lewat Workshop Psychological First Aid
Penasihat I DWP Kemnaker, Sumarni Yassierli. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan saling mendukung melalui penguatan pemahaman tentang kesehatan mental.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Workshop Psychological First Aid (PFA) atau bantuan psikologis awal yang diikuti pegawai dan anggota DWP Kemnaker di Jakarta.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya dukungan psikologis awal, keterampilan komunikasi empatik, serta membangun budaya saling peduli di lingkungan kerja yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

Baca Juga:

Penasihat I DWP Kemnaker, Sumarni Yassierli, mengatakan bahwa lingkungan kerja yang sehat tidak hanya dibangun melalui profesionalisme dan kompetensi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi psikologis sesama rekan kerja.

Menurutnya, perkembangan dunia kerja yang terus berubah membuat setiap individu perlu memiliki kemampuan memahami dan memberikan dukungan kepada orang lain ketika menghadapi tekanan maupun situasi sulit.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memahami pentingnya dukungan psikologis awal, membangun komunikasi yang lebih empatik, serta menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan kerja," ujar Sumarni dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa kemampuan mendengarkan, memahami, dan memberikan respons yang tepat merupakan keterampilan penting yang dapat menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis, nyaman, dan produktif.

Workshop tersebut menghadirkan tim akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.

Empat narasumber hadir memberikan materi yang saling melengkapi.

Ahmad Naufalul Umam membawakan materi pengenalan Psychological First Aid, Istiqomah menjelaskan langkah-langkah penerapan PFA, Rizki Dawanti memaparkan teknik komunikasi terapeutik, sementara Dearly membahas teknik stabilisasi emosi.

Selain mendapatkan materi teoritis, peserta juga mengikuti sesi praktik dan simulasi atau role play guna memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam menerapkan bantuan psikologis awal di lingkungan kerja.

Dalam pemaparannya, Ahmad Naufalul Umam menjelaskan bahwa Psychological First Aid merupakan bentuk intervensi awal yang bertujuan mengurangi dampak psikologis akibat stres maupun peristiwa traumatis serta mencegah berkembangnya gangguan kesehatan mental yang lebih serius.

Menurutnya, trauma dapat muncul karena seseorang mengalami langsung suatu peristiwa atau hanya menyaksikan kejadian yang berdampak secara emosional.

Trauma juga dapat bersifat akut akibat satu kejadian besar maupun kronis karena tekanan yang berlangsung dalam jangka waktu panjang.

"PFA bertujuan mengurangi dan mencegah dampak psikologis yang lebih buruk akibat bencana atau situasi sulit, sekaligus memperkuat proses pemulihan psikologis," jelas Ahmad Naufalul Umam.

Sementara itu, Istiqomah menjelaskan bahwa penerapan Psychological First Aid dilakukan melalui tiga prinsip utama yang dikenal dengan konsep Look, Listen, dan Link.

Prinsip Look dilakukan dengan mengamati kondisi dan kebutuhan individu yang mengalami tekanan.

Selanjutnya Listen dilakukan dengan mendengarkan secara empatik tanpa menghakimi

. Sedangkan Link bertujuan menghubungkan individu tersebut dengan bantuan atau layanan yang dibutuhkan.

"Dengan menerapkan prinsip Look, Listen, dan Link, bantuan psikologis awal dapat diberikan secara sederhana namun tetap efektif," ujar Istiqomah.

Melalui kegiatan ini, DWP Kemnaker berharap para peserta dapat menjadi agen kepedulian di lingkungan kerja masing-masing sehingga tercipta budaya organisasi yang lebih inklusif, sehat, dan mampu memberikan dukungan psikologis bagi setiap pegawai yang membutuhkan.

Penguatan kapasitas Psychological First Aid juga diharapkan menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan mental pegawai sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPR Usul AI Bantu Analisis Penyakit, Menkes: Dokter Tetap Harus Periksa dan Sentuh Pasien
Kahiyang Ayu Ajak Perempuan Rutin IVA Test, Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks
Audiensi dengan Gubernur Sumut, Wali Kota Tanjungbalai Usulkan Pengembangan Sentra Perikanan dan Sejumlah Program Prioritas
KPK Tangguhkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Dirawat di RS Polri
Bobby Nasution Dorong Tanjungbalai Jadi Kota Maritim Modern, Infrastruktur dan Layanan Publik Jadi Fokus
Pasien TBC Jadi Sasaran Baru MBG? Ini Respons DPR
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru