BREAKING NEWS
Rabu, 01 Juli 2026

Wakapolda Aceh Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Bacakan Lima Arahan Presiden Prabowo untuk Polri

T.Jamaluddin - Rabu, 01 Juli 2026 13:40 WIB
Wakapolda Aceh Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Bacakan Lima Arahan Presiden Prabowo untuk Polri
Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merah Mapolda Aceh, Rabu, 1 Juli 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merah Mapolda Aceh, Rabu, 1 Juli 2026.

Upacara berlangsung khidmat dengan Komandan Upacara AKBP Dr. Akmal, S.E., M.M., yang juga menjabat sebagai Danden Gegana Satbrimob Polda Aceh.

Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), Bintara, Tamtama, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Aceh.

Baca Juga:

Rangkaian upacara diawali dengan masuknya pasukan dari daerah persiapan, pembacaan salawat Nabi, menyanyikan Mars Polri, penghormatan dan pemeriksaan pasukan, hingga masuknya Pataka Polda Aceh Machdum Sakti ke lapangan upacara.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Tribrata, serta penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya dari Presiden Republik Indonesia kepada dua personel jajaran Polda Aceh.

Pada kesempatan itu, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di hadapan seluruh peserta upacara.

Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri.

Presiden juga mengapresiasi dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan seluruh personel Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional secara profesional.

Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", Presiden menegaskan bahwa seluruh pengabdian Polri harus bermuara pada pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

Presiden juga menekankan pentingnya pelayanan Polri yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan Polri diukur dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran serta manfaat pelayanan yang diberikan.

Dalam amanat tersebut, Presiden mengingatkan agar Polri siap menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari rivalitas geopolitik, perang siber, kejahatan transnasional, hingga dinamika ekonomi dunia.

Untuk itu, Polri diminta terus memperkuat kemampuan yang prediktif, adaptif, dan responsif.

Presiden turut memberikan apresiasi atas kontribusi Polri dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.

Di antaranya pembangunan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), optimalisasi 651.196 hektare lahan jagung yang meningkatkan produksi nasional sekitar 9 persen atau setara 1,36 juta ton, penegakan hukum terhadap kasus narkoba, penyelundupan, dan judi online, pembangunan 10.905 unit rumah bagi personel Polri dan masyarakat, serta pengamanan proyek strategis nasional, kawasan hilirisasi, dan sektor energi.

Presiden juga menegaskan bahwa disahkannya Undang-Undang Polri yang baru harus menjadi momentum memperkuat reformasi kelembagaan agar Polri semakin profesional, modern, transparan, akuntabel, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat.

Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan lima arahan utama kepada seluruh jajaran Polri.

Arahan tersebut meliputi memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan dan penegakan hukum, memperkuat kualitas sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan menguasai teknologi, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan publik, komunikasi yang baik, respons cepat terhadap kritik, dan penguatan integritas.

Presiden menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat.

Karena itu, Polri diharapkan terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, humanis, responsif, dan prediktif.

Mengakhiri amanatnya, Presiden mengajak seluruh insan Bhayangkara menjadikan pengabdian sebagai ibadah, pelayanan sebagai kehormatan, dan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama mengenakan seragam Polri.

"Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, dan Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju," demikian kutipan amanat Presiden yang dibacakan Wakapolda Aceh.

Usai pembacaan amanat Presiden, upacara dilanjutkan dengan Andika Bhayangkari, pembacaan doa, keluarnya Pataka Polda Aceh Machdum Sakti dari lapangan upacara, laporan Komandan Upacara, penghormatan pasukan, menyanyikan Hymne Polri, hingga pasukan kembali ke daerah persiapan.

Upacara tersebut turut dihadiri perwakilan Wali Nanggroe Aceh, Pemerintah Aceh, Kodam Iskandar Muda, Kejaksaan Tinggi Aceh, Pengadilan Tinggi Aceh, Badan Intelijen Negara Daerah Aceh, Lanud Iskandar Muda, Lanal Sabang, Bhayangkari Daerah Aceh, kepala dinas dan instansi terkait, purnawirawan Polri, warakawuri, serta pengurus Paguyuban Brimob.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai atraksi yang ditampilkan personel Polda Aceh.

Atraksi tersebut meliputi patroli Kamseltibcarlantas oleh Direktorat Lalu Lintas serta demonstrasi Jungle Warfare, simulasi penanggulangan aksi teror, dan penjinakan bom oleh personel Satbrimob Polda Aceh yang mendapat apresiasi dari tamu undangan dan peserta upacara.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Heboh! Rumah Dinas Sekda Binjai Diduga Dipakai Kajari, ADA SUARA Minta Pemko Buka Dokumen Legalitas
PSN di Papua Selatan: Antara Pemerataan Pembangunan dan Keberlanjutan Lingkungan
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Sampaikan 6 Amanat Penting untuk Polri: Jaga Kepercayaan Rakyat hingga Tegakkan Keadilan
Dari Jokowi hingga Jusuf Kalla, Para Tokoh Nasional Hadiri HUT ke-80 Bhayangkara
Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Polri dan Naikkan Pangkat 3 Purnawirawan di HUT Bhayangkara ke-80
Prabowo: Tak Boleh Ada Kriminalisasi, Tak Ada yang Kebal Hukum!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru