BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

PHI Tanam 1.500 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari, Perkuat Ketahanan Pesisir Indonesia

gusWedha - Jumat, 03 Juli 2026 20:59 WIB
PHI Tanam 1.500 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari, Perkuat Ketahanan Pesisir Indonesia
PT Pertamina Hulu Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KEPULAUAN SERIBUPT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, PHI menanam 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) sebagai upaya memperkuat ketahanan pesisir sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu lalu itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan serentak oleh PHI Regional 3 Kalimantan. Program tersebut mengusung semangat #NowForClimate sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pelestarian ekosistem pesisir Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, PHI menggandeng organisasi lingkungan Lindungi Hutan bersama kelompok petani dan masyarakat Pulau Pari. Sebanyak 40 pekerja PHI dari berbagai fungsi turut terlibat langsung dalam kegiatan penanaman sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:

Manager Environment PHI, Kemas Adrian, mengatakan pelestarian ekosistem pesisir menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitar wilayah kerja.

"Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Kemas Adrian.

Ia menjelaskan, program rehabilitasi tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, penyediaan pekerjaan layak, penanganan perubahan iklim, dan perlindungan ekosistem daratan.

PHI menilai mangrove dan lamun memiliki peran penting sebagai bagian dari ekosistem *blue carbon* karena mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar selama puluhan hingga ratusan tahun.

Selain menjadi habitat berbagai biota laut, kedua ekosistem tersebut juga berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi, meredam energi gelombang, menjaga kualitas perairan, serta mendukung produktivitas sektor perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Berbagai penelitian menunjukkan hutan mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon sekitar tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan pada luasan yang sama. Sementara padang lamun juga berkontribusi besar terhadap penyimpanan karbon melalui biomassa dan sedimen dasar laut.

Program rehabilitasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Pulau Pari. Perwakilan kelompok petani setempat menilai bantuan tersebut memberikan manfaat nyata dalam mendukung upaya mengurangi abrasi sekaligus memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Pari menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti abrasi pantai, berkurangnya kawasan padang lamun, hingga dampak kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan organisasi lingkungan, rehabilitasi ekosistem pesisir diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama SKK Migas dan para mitra sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia.* (dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru