BREAKING NEWS
Selasa, 21 Juli 2026

Di Balik Petualangan Ekspedisi Cicatih, Ada Mereka yang Menjaga Semua Tetap Berjalan

gusWedha - Senin, 20 Juli 2026 07:56 WIB
Di Balik Petualangan Ekspedisi Cicatih, Ada Mereka yang Menjaga Semua Tetap Berjalan
Kesuksesan Ekspedisi Cicatih Elpala 2026 tidak hanya ditentukan oleh para peserta yang menembus hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak hingga mengarungi Sungai Cicatih. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUKABUMI– Kesuksesan Ekspedisi Cicatih Elpala 2026 tidak hanya ditentukan oleh para peserta yang menembus hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak hingga mengarungi Sungai Cicatih. Di balik perjalanan penuh tantangan tersebut, terdapat tim pendukung yang bekerja tanpa henti memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan seluruh peserta kembali dengan selamat.

Selama sepekan pelaksanaan ekspedisi, perhatian publik memang tertuju pada perjalanan tim lapangan yang melintasi hutan, sungai, hingga pesisir Pelabuhanratu. Namun, di balik layar, tim base camp menjadi pusat kendali yang mengatur logistik, komunikasi, administrasi, serta memantau perkembangan setiap tahapan perjalanan.

Tim tersebut diperkuat Raihana Hayatunufus, Syahira Putria Adantie, dan Akmal Kurniawan yang memegang peran penting dalam memastikan kebutuhan peserta selalu tersedia tepat waktu. Mereka juga didukung tim Rumah Elpala yang terdiri dari Wina Maria, Mohammad Farish, Surya Pagi Asa, Hendrata Yudha, Susan Indahwati, Hizkia Mandagie, Onaria Fransisca, dan Tomi Budiarto.

Baca Juga:

Sejak dimulainya ekspedisi pada 4 Juli 2026 di kawasan Cimelati, tim pendukung telah membangun posko, menyiapkan distribusi logistik, menyusun perlengkapan, hingga menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar.

Menurut Raihana Hayatunufus, pendekatan kepada warga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.

"Pendekatan dengan warga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Kami ingin masyarakat merasa menjadi bagian dari ekspedisi ini," ujarnya.

Sebelum peserta memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, seluruh rombongan mengikuti doa bersama yang dipimpin sesepuh Desa Cimelati sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus memohon keselamatan selama perjalanan.

Saat tim utama mulai memasuki kawasan hutan, aktivitas di base camp justru semakin padat. Radio komunikasi terus aktif menerima laporan dari lapangan, sementara setiap perkembangan dicatat, peta perjalanan diperbarui, dan kebutuhan logistik dipersiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Memasuki etape pengarungan Sungai Cicatih pada 9 Juli 2026 bersama tim Wanadri, koordinasi menjadi semakin kompleks. Tim pendukung harus memastikan komunikasi antara jalur darat dan sungai tetap berjalan lancar, sekaligus menyiapkan kebutuhan peserta di setiap titik pemberhentian.

Puncak tantangan terjadi ketika peserta mengarungi sekitar 30 kilometer aliran Sungai Cicatih selama hampir delapan jam. Saat rombongan masih berjibaku dengan arus sungai, tim logistik telah lebih dahulu tiba di lokasi tujuan untuk menyiapkan tenda, perlengkapan, makanan, serta kebutuhan lainnya.

Bagi Raihana, momen seluruh peserta tiba dengan selamat menjadi kebahagiaan terbesar selama ekspedisi.

"Rasa lelah seolah terbayar ketika melihat seluruh tim tiba dengan selamat. Malam itu kami menikmati hidangan laut yang disiapkan tim logistik. Sederhana, tetapi menjadi momen kebersamaan yang tidak akan terlupakan," katanya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru