BREAKING NEWS
Minggu, 26 Juli 2026

Viral karena Pamer Gaya Hidup Mewah, Anak Mantan Pejabat Gayo Lues Minta Maaf: Saya Benar-Benar Terpuruk dan Sangat Menyesal

Abyadi Siregar - Jumat, 24 Juli 2026 16:21 WIB
Viral karena Pamer Gaya Hidup Mewah, Anak Mantan Pejabat Gayo Lues Minta Maaf: Saya Benar-Benar Terpuruk dan Sangat Menyesal
Dea Arranoya, anak mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang pamer gaya hidup mewah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAYO LUESDea Arranoya, anak mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten GayoGayo Lues, Aceh, menyampaikan permintaan maaf setelah unggahan media sosialnya yang menampilkan gaya hidup mewah menjadi sorotan publik.

Melalui surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh pada Rabu (22/7/2026), Dea mengakui bahwa sejumlah konten yang diunggahnya tidak dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Dalam surat tersebut, Dea menyatakan menyesali tindakan yang dinilai sebagai bentuk flexing atau memamerkan gaya hidup secara tidak bijak.

Baca Juga:

"Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak," kata Dea dalam surat terbukanya.

Dea mengatakan, unggahan tersebut berpotensi menyinggung perasaan masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi kondisi ekonomi sulit.

Ia juga menyadari konten yang dibagikan dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.

Menurut Dea, polemik tersebut menjadi pembelajaran besar bagi dirinya dalam menggunakan media sosial.

Ia mengakui kurang mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan, terlebih dirinya merupakan bagian dari keluarga seorang pejabat publik.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," ujarnya.

Polemik ini bermula setelah sejumlah tangkapan layar yang diklaim berasal dari akun media sosial Dea beredar luas di berbagai platform.

Unggahan tersebut menampilkan sejumlah aktivitas dan barang yang kemudian menjadi perhatian warganet.

Beberapa konten yang ramai diperbincangkan di antaranya perjalanan ke luar negeri, aksesori, perangkat elektronik, pembahasan mengenai kendaraan, hingga aktivitas keluarga.

Salah satu unggahan juga memperlihatkan deretan jeriken bahan bakar minyak (BBM).

Dea menjelaskan bahwa beberapa konten tersebut merupakan unggahan lama yang dibuat pada 9 Desember 2025.

Namun, ia menegaskan penjelasan tersebut bukan bentuk pembelaan terhadap tindakannya.

Ia mengaku kejadian tersebut membuat dirinya mengalami tekanan dan menjadi pelajaran penting untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital.

"Dengan adanya kejadian saya benar-benar terpuruk dan sangat menyesal. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat," tuturnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dea menyatakan telah menghapus konten-konten yang dinilai tidak pantas dari akun media sosialnya.

Ia juga berkomitmen melakukan introspeksi serta memperbaiki cara menggunakan media sosial agar kejadian serupa tidak terulang.

Permintaan maaf tersebut, kata Dea, disampaikan atas kesadaran pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Sebelumnya, ayah Dea, Nevirizal, juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dalam kapasitasnya sebagai orang tua sekaligus pejabat publik.

"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus warga Gayo Lues," ujar Nevirizal.

Nevirizal menjelaskan sejumlah unggahan yang menjadi sorotan berkaitan dengan perjalanan keluarganya ke luar negeri, termasuk perjalanan umrah dan Korea Selatan.

Ia menyebut dirinya tidak ikut dalam perjalanan tersebut karena harus menjalani pengobatan rutin.

"Dari mulai umrah lalu ke Korea, saya sendiri tidak ikut dalam perjalanan tersebut karena harus menjalani pengobatan rutin atas penyakit yang sudah lama saya alami," katanya.

Nevirizal kemudian memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues.

Pengunduran diri tersebut disampaikan kepada Bupati Gayo Lues pada Kamis (23/7/2026).

Nevirizal menyebut keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, saya menyadari bahwa sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga," kata Nevirizal.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyatakan tetap melakukan proses penelusuran terkait polemik tersebut.

Sementara itu, Dea berharap permintaan maaf dan langkah perbaikan yang dilakukannya dapat menjadi pembelajaran untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.* (km/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wagub Sumut Surya Tinjau Pembangunan Bronjong Jalan Miga-Lolowua, Pastikan Proyek Tepat Sasaran dan Tepat Waktu
Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pemko Tanjungbalai Tegaskan Komitmen Lindungi Hak dan Masa Depan Anak
Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi LASQI, Dorong Pembinaan Seni Qasidah dan Nasyid
Bupati Asahan Hadiri Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru, Demokrat Tanam Pohon dan Gelar Aksi Sosial
Pemkab Asahan Tampilkan Seni Budaya dan UMKM Unggulan di PRSU ke-50, Kenalkan Potensi Daerah ke Masyarakat
Ketua TP PKK Asahan Ikuti Bimtek PKK Sumut, Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Program Kesejahteraan Keluarga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru