BREAKING NEWS
Sabtu, 01 Agustus 2026

Prabowo Usul Masyarakat Kembali Gunakan Atap Ijuk dan Rumbia, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Dharma - Sabtu, 01 Agustus 2026 09:41 WIB
Prabowo Usul Masyarakat Kembali Gunakan Atap Ijuk dan Rumbia, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Pengusaha KADIN Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia, 31 Juli 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Selain ijuk, Prabowo juga menyebut penggunaan atap rumbia.

Material ini berasal dari daun pohon rumbia atau nipah yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Daun rumbia memiliki serat yang cukup kuat dan lentur sehingga sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan penutup rumah tradisional.

Selain mudah diperoleh di beberapa daerah, atap rumbia juga dikenal sebagai material yang lebih ramah lingkungan karena berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, mengatakan penggunaan atap ijuk maupun rumbia sebenarnya bukan hal baru.

Sebelum hadirnya berbagai material modern, hampir seluruh rumah tradisional di Nusantara menggunakan bahan alami tersebut.

"Pada masa dahulu, seluruh rumah di Nusantara, memakai atap berbahan dasar ijuk atau rumbia karena berbahan dasar alami," kata Teguh.

Menurutnya, secara teknis penggunaan atap berbahan alami masih memungkinkan diterapkan pada masa sekarang.

Namun, penerapannya menghadapi sejumlah tantangan karena industri pembuatannya sudah sangat terbatas.

Di sisi lain, masyarakat kini memiliki banyak pilihan material atap yang dianggap lebih praktis, lebih mudah dipasang, dan membutuhkan perawatan yang lebih sedikit.

Teguh juga mengingatkan bahwa atap ijuk dan rumbia memiliki beberapa kelemahan yang perlu menjadi perhatian.

"Banyak kelemahan dari bahan tersebut (ijuk dan rumbia), seperti mudah terbakar, dan rentan akan kebocoran," ujarnya.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Istana Buka Suara soal Istilah "Londo Ireng" yang Disebut Prabowo
Membaca Survei, Belajar dari Jokowi
Efek Pangkas TKD, Ratusan Daerah Kelimpungan Bayar Gaji ASN, Purbaya Tunggu Restu Prabowo
Disinggung Prabowo, Dokter Bongkar Fakta Asbes yang Bisa Picu Kanker Paru
Prabowo Ngaku Sudah Ditawari Jadi Duta Kopi Indonesia usai Tak Lagi Jadi Presiden
Prabowo: Perang Ukraina Bisa Lampaui Durasi Perang Dunia Kedua, Dunia Kian Rawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru