BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

Dody Hanggodo Siapkan 10.789 Sumur Bor untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

Adelia Syafitri - Sabtu, 01 Agustus 2026 18:56 WIB
Dody Hanggodo Siapkan 10.789 Sumur Bor untuk Hadapi Ancaman Kekeringan
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo telah menyiapkan sejumlah langkah untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat kemarau. (Foto: dok Kementerian PU)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan bendungan, waduk, embung, serta menyiagakan ribuan sumur bor guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Kementerian PU menyiapkan sebanyak 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114.000 meter kubik per detik sebagai sumber pasokan air di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Selain sumur bor, pemerintah juga mengoptimalkan fungsi bendungan, embung, dan waduk untuk memastikan distribusi air tetap terjaga, terutama saat musim kemarau maupun ketika terjadi fenomena El Nino.

Baca Juga:

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengelolaan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu kunci dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.

"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah," kata Dody Hanggodo, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menjamin pasokan air irigasi sehingga produktivitas lahan pertanian tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau.

"Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," ujarnya.

Selain memaksimalkan infrastruktur yang sudah tersedia, Kementerian PU juga mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air berlangsung lebih efisien sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah turut menyiapkan berbagai peralatan untuk menghadapi kondisi darurat akibat kekeringan. Peralatan tersebut meliputi 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, serta 49 mesin bor yang siap dikerahkan ke daerah terdampak.

Tak hanya itu, Kementerian PU juga melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah adaptasi menghadapi musim kemarau.

Di sektor pertanian, pemerintah mendorong penerapan Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) sebagai salah satu solusi meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas hasil panen.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan air nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), hingga sumur bor.

Saat ini, Kementerian PU mengelola 240 bendungan dengan kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik. Selain itu terdapat 601 situ dan danau dengan volume tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah berharap optimalisasi infrastruktur sumber daya air tersebut mampu menjaga ketersediaan air, mendukung ketahanan pangan, serta meminimalkan dampak kekeringan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kampus, Ada Misi Besar di Baliknya
Temui ICW, Mensos Tegaskan Program Strategis Prabowo Harus Bersih dari Korupsi
Prabowo Panggil Menteri hingga Kepala Badan, Ada Agenda Penting Apa?
Harga Cabai Hampir Rp100 Ribu per Kg, Ini Daftar Sembako yang Ikut Mengalami Kenaikan
Prabowo Klaim 108 Persoalan Kronis Bangsa Tuntas dalam 20 Bulan Pemerintahan
Bobby Siapkan Pusat Logistik di Nias, Distribusi Barang Tak Lagi Bergantung Cuaca
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru