Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Pemerintah tengah menginvestigasi beredarnya makalah ilmiah yang mengangkat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026.
Dokumen setebal 69 halaman tersebut menjadi sorotan publik karena mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis.
Makalah berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency" itu viral di media sosial setelah diunggah oleh sejumlah akun.
Baca Juga:
Pemerintah kini memastikan keaslian dokumen beserta berbagai lampiran yang menyertainya.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah masih melakukan penyelidikan terhadap dokumen tersebut.
"Lagi diinvestigasi," kata Qodari di Kantor Bakom RI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benni Irwan menyatakan pihaknya juga sedang mengklarifikasi dokumen yang beredar tersebut.
Pasalnya, dalam lampiran makalah terdapat surat yang mengatasnamakan Kementerian Dalam Negeri dengan nomor ND/KIE/001/I/2026.
"Terkait dengan Kemendagri, dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana. Kemudian apakah surat yang disampaikan itu benar dari Kemendagri atau apa, kita pastikan dulu," ujar Benni.
Kemendagri juga telah berkoordinasi dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) karena nama institusi tersebut ikut tercantum dalam lampiran makalah.
Menurut Benni, hasil klarifikasi awal menunjukkan bahwa IPDN tidak pernah mengeluarkan surat sebagaimana yang beredar dalam dokumen tersebut.
"Saya sudah klarifikasi ke IPDN, itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon Pak Rektor, itu bukan dari IPDN," jelasnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.