BREAKING NEWS
Jumat, 14 Agustus 2026

Ketua DPD RI Puji Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Sebut Transformasi Ekonomi Layaknya 'Mencabut Duri dalam Daging'

Adelia Syafitri - Jumat, 14 Agustus 2026 10:18 WIB
Ketua DPD RI Puji Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Sebut Transformasi Ekonomi Layaknya 'Mencabut Duri dalam Daging'
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin dalam pidato pada Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (foto: TVR Parlemen/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan apresiasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Sultan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ekonomi dan kemandirian Indonesia.

Hal itu disampaikan Sultan dalam pidato pada Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca Juga:

Sultan mengatakan DPD RI memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Prabowo dan Gibran dalam menjalankan pemerintahan.

"Pada kesempatan ini, DPD RI menyampaikan apresiasi yang tulus, kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang secara kompak dan saling melengkapi, dalam menegakkan martabat bangsa," kata Sultan dalam pidatonya di sidang bersama 2026, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Sultan, salah satu langkah strategis pemerintahan Prabowo adalah upaya mengembalikan penguasaan sumber daya alam Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ia menggambarkan transformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah seperti tindakan mencabut duri yang tertancap di dalam daging.

"Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging. Mencabut duri tentu tidak nyaman. Ada rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh," ucapnya.

Sultan menjelaskan, istilah duri yang dimaksud berkaitan dengan sejumlah persoalan yang selama ini dinilai menghambat daya saing ekonomi nasional.

Di antaranya ketergantungan terhadap impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, hingga inefisiensi.

"Duri itu adalah ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, dan berbagai hambatan yang menggerus daya saing nasional," tuturnya.

Menurut Sultan, transformasi ekonomi membutuhkan keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mengurangi berbagai hambatan yang selama ini membebani perekonomian nasional.

Sultan juga menyoroti kebijakan hilirisasi sebagai salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang menjadi penggerak ekonomi juga perlu diperkuat.

"Hilirisasi menjadi mata kunci. Keberpihakan nyata pada petani, peternak, nelayan, buruh dan UMKM menjadi motor penggerak," ucap dia.

Dalam pidatonya, Sultan juga mengapresiasi capaian pemerintah dalam mendorong swasembada pangan.

Selain sektor pangan, ia menyebut pemerintah mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas 5 persen dan menjaga inflasi tetap terkendali.

"Ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen, inflasi yang terkendali, tax ratio yang meningkat, serta usaha menurunkan kemiskinan dan kesenjangan terus diupayakan," tambahnya.

Sultan mengatakan berbagai kebijakan tersebut perlu terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan angka pertumbuhan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah.

Apresiasi DPD RI terhadap pemerintah disampaikan dalam rangkaian Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional.* (d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026 Bakal Ungkap 8 Program Prioritas dan Anggarannya
Jokowi hingga JK  Hadiri Sidang Tahunan DPR/MPR 2026, Megawati dan SBY Absen
500 Dapur MBG Tak Layak Ditutup Permanen, Pemprov Sumut Siap Perkuat Pengawasan di Lapangan
Lomba Antar-OPD Meriahkan HUT ke-81 RI, Wawako Fadly: Kebersamaan Jauh Lebih Penting
Haul ke-25 Syekh H. Mustafa BS Rokan, Fadly Abdina Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama
PAAREDI Tanjungbalai Masuk Monitoring Provinsi Sumut, Pantai Burung Andalkan Program Rumbia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru