Polda Aceh Bongkar 19 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi dalam Sepekan, 22 Orang Jadi Tersangka
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh bersama jajaran polres menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam 19 laporan polisi terkait dugaan pe
NASIONAL
JAKARTA - Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan gagasan strategis Presiden Prabowo Subianto. Namun, dia mengingatkan pelaksanaan program tersebut membutuhkan perencanaan matang dan sistem yang tepat.
Agum mengatakan MBG merupakan program yang lahir dari pemikiran Prabowo dan dinilainya memiliki tujuan penting, terutama dalam pemenuhan gizi masyarakat dan menyiapkan kualitas generasi muda.
"Saya tahu betul siapa Pak Prabowo, bagaimana jalan pikiran Pak Prabowo. Saya tahu betul MBG itu satu pemikiran yang lahir dari seorang pemimpin namanya Prabowo Subianto yang menurut saya ini sangat strategis," kata Agum kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).Baca Juga:
Menurut Agum, kualitas generasi muda akan berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Karena itu, dia menilai program pemenuhan gizi seperti MBG merupakan langkah yang positif dan strategis.
"Kalau generasi mudanya tidak disiapkan dengan baik ya bagaimana masa depan bangsa ini. Ini satu pemikiran yang kalau menurut saya pemikiran yang bagus, strategis dan bahkan brilian," tuturnya.
Meski demikian, Agum mengingatkan gagasan yang baik harus didukung persiapan yang matang. Terlebih, MBG merupakan program berskala besar dengan dukungan anggaran yang besar.
"Kita harus bisa mencari sistem yang paling baik, yang paling benar untuk menjalankan aktivitas yang positif ini," ucapnya.
Agum menyarankan Badan Gizi Nasional (BGN) menyusun naskah akademik sebagai salah satu landasan pelaksanaan program MBG. Dia juga mendorong agar dilakukan proyek percontohan atau pilot project sebelum program diperluas.
Menurutnya, pemerintah juga dapat mempelajari pelaksanaan program serupa di negara lain. Pengalaman tersebut dinilai bisa menjadi bahan evaluasi untuk mencari sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
Agum kembali menekankan pentingnya sistem yang tepat karena BGN mengelola anggaran dalam jumlah besar. Menurutnya, perencanaan yang baik akan membantu program berjalan lebih efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan.
"Jadi saran saya ini pemikiran yang brilian. Tapi harus dibuatkan dulu perencanaannya yang matang dicari sistem yang paling tepat untuk bisa melaksanakan," ujar Agum.
Dia menyadari masukan yang disampaikannya belum tentu seluruhnya diterima pemerintah. Namun, Agum menyebut memberikan masukan merupakan bagian dari tanggung jawabnya.
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh bersama jajaran polres menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam 19 laporan polisi terkait dugaan pe
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membawa seorang warga negara Taiwan berinisial YCY, 42 tahun, ke gedung Bareskr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah mempercepat penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setel
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya mengkaji ulang definisi tindak pidana korupsi dalam UndangUndang Pemberan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pemerintah kabupaten dan kota mengembangkan desa serta kelurahan kr
PEMERINTAHAN
NIAS Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mematangkan persiapan penyerahan pengelolaan RSUD dr M Thomsen kepada Pemerintah Kota Gunungsito
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta masyarakat melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan a
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta seluruh rumah sakit di Kota Medan tidak menolak pasien pengguna BPJS Kesehatan yang me
KESEHATAN
MEDAN Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkebunan dan pertemuan berbagai bud
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Banjir dan tanah longsor melanda enam kabupaten di Sumatera Utara pada pekan ketiga hingga keempat Oktober 2026. Bencana yang dipi
PERISTIWA