BREAKING NEWS
Senin, 05 Oktober 2026

Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasan Prabowo Pilih Rocky Gerung Jadi Wantimpres: Pemimpin Perlu Kapasitas Seorang Filosof

Administrator - Senin, 05 Oktober 2026 09:59 WIB
Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasan Prabowo Pilih Rocky Gerung Jadi Wantimpres: Pemimpin Perlu Kapasitas Seorang Filosof
Rocky Gerung dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Jumat (2/10/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memberikan pandangan mengenai masuknya nama Rocky Gerung dalam jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dari puluhan nama tersebut, kehadiran akademisi Rocky Gerung menjadi salah satu perhatian publik.

Baca Juga:

Budiman menyebut keberadaan seorang filsuf di lingkaran penasihat kepala pemerintahan memiliki arti penting.

Menurut dia, seorang pemikir dapat membantu pemimpin memetakan arah dan tantangan sejarah bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Budiman melalui unggahan video di akun X pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Di atas cuplikan video itu, Budiman mencantumkan tulisan: Saat #FilsafatDanKekuasaan harus berjalan bersama..

Dalam pernyataannya, Budiman mengutip gagasan mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln mengenai hubungan filsafat, pendidikan, dan pemerintahan.

"Abraham Lincoln pernah berkata-kata seperti ini. Filsafat hidup yang diajarkan di ruang-ruang kelas sebuah generasi akan jadi filsafatnya pemerintahan yang akan datang," katanya.

Budiman kemudian menekankan pentingnya kehadiran filosof dalam struktur kekuasaan.

Menurut dia, pemimpin yang memahami tugas sejarahnya tidak cukup hanya dikelilingi orang-orang dengan keahlian teknis.

Para pemikir yang mampu melihat persoalan dari sudut pandang filsafat, kata Budiman, juga dibutuhkan dalam pemerintahan.

"Karena itu, tiap-tiap pemimpin yang paham tugas-tugas sejarahnya mengangkat para filosof sebagai penasehatnya," ujar Budiman.

Budiman bahkan menyebut seorang filosof idealnya dapat berada langsung di posisi kepemimpinan.

Namun, jika seorang pemimpin tidak berlatar belakang filsafat, setidaknya dia harus memiliki kemampuan berpikir seperti seorang filosof.

"Bahkan, filosof itu sendiri harus jadi pemimpin. Atau, setidaknya pemimpin harus punya kapasitas sebagai seorang filosof," katanya.

Di akhir pernyataannya, Budiman mengaitkan pandangan tersebut dengan keputusan Prabowo menempatkan Rocky Gerung di jajaran Wantimpres.

"Pak Prabowo sedang mengerjakan salah satunya," ujar Budiman.

Presiden Prabowo Subianto melantik 26 tokoh sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Masuknya Rocky Gerung menjadi perhatian karena selama ini dia dikenal sebagai akademisi dan pengamat politik yang kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun dinamika politik nasional.

Kini, Rocky berada dalam lembaga yang memiliki fungsi memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Rocky menegaskan bahwa jabatan barunya tidak akan mengubah pandangan maupun sikapnya terhadap pemerintahan.

"Ya kan cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break. Justru lebih enak di dalam," ujar Rocky usai pelantikan.

Rocky juga menjelaskan mandat yang diberikan Prabowo kepada Wantimpres.

Menurut dia, lembaga tersebut memiliki fungsi etis, bukan teknis, dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden.

"Pesan khusus dari Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah kebijakan itu supaya sesuai dengan visi Presiden," tuturnya.

Menurut Rocky, evaluasi teknis pemerintahan bukan menjadi tugas Wantimpres.

Hal tersebut merupakan ranah Inspektorat Jenderal di masing-masing kementerian.

Wantimpres, kata dia, lebih berfokus pada arah kebijakan agar tetap sejalan dengan janji Presiden saat kampanye.

"Kita di Wantimpres tidak mengevaluasi kebijakan teknisnya. Kita mengawasi arah kebijakan supaya sesuai dengan janji Presiden saat kampanye, misalnya kemakmuran rakyat yang harus didalilkan habis-habisan. Kita monitor apakah persepsinya di publik sama.

Kalau tidak, ada kekurangan komunikasi yang harus diperbaiki melalui pertimbangan kepada Presiden," katanya.

Masuknya Rocky Gerung ke Wantimpres sekaligus menempatkan sosok yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah ke dalam lingkaran pemberi pertimbangan Presiden.

Pernyataan Budiman Sudjatmiko menunjukkan bahwa kehadiran pemikir dengan perspektif filsafat dinilai dapat memberi sudut pandang berbeda dalam proses pengambilan kebijakan.* (tm/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, SBY dan Jokowi Turut Hadir
Mengapa Banyak Civil Society Merasa Dikhianati Oleh Rocky Gerung?
Rocky Gerung Dipangku Kekuasaan
Jelang Putusan PHPU, THMP Yakin MK Tak Kabulkan Permohonan Diskualifikasi Gibran: Sudah Wakil Presiden, Bukan Lagi Calon
Ini Perbandingan Jumlah Anggota dan Hak Keuangan Wantimpres Era SBY, Jokowi, hingga Prabowo
Profil dan Rekam Jejak Rocky Gerung, Pernah Terlibat Sengketa Lahan dengan Sentul City
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru