Wali Kota Medan Minta Duta Genre 2026 Jadi Penggerak Remaja: Jangan Aktif Hanya Saat Ada Acara
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan para finalis dan pemenang Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan 2026 ag
PEMERINTAHAN
JAKARTA –Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih memegang penugasan impor beras untuk tahun 2024 sebesar 3,6 juta ton. Hingga saat ini, Bulog belum menerima penugasan tambahan untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang berarti rencana pemerintah untuk menambah kuota impor beras menjadi 5 juta ton belum diputuskan.
Dalam pernyataannya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (30/8), Bayu Krisnamurthi menegaskan fokus utama saat ini adalah merealisasikan kuota impor beras sebesar 3,6 juta ton yang sudah diberikan. “Kami masih dalam tahap proses untuk mendatangkan sekitar 900 ribu ton dari total penugasan impor beras 3,6 juta ton untuk tahun 2024. Kami sedang berusaha untuk mendapatkan semua kontrak tersebut agar kuota yang ada bisa terealisasi sepenuhnya sebelum Desember 2024,” ujar Bayu.
Dia menjelaskan bahwa dari total penugasan impor beras 3,6 juta ton, baru sekitar 2,7 juta ton yang sudah terkontrak. Dari jumlah tersebut, Bulog telah menguasai dan mendistribusikan sebanyak 2,2 juta hingga 2,3 juta ton ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sisanya, yaitu 900 ribu ton, masih dalam upaya untuk dikontrak dan diimpor sebelum akhir tahun.
“Bulog sudah mendapatkan komitmen, tetapi belum sepenuhnya terkontrak. Saat ini, kami sudah mengontrak 2,7 juta ton dari 3,6 juta ton. Yang sudah dikuasai Bulog dan didistribusikan mencapai 2,2 juta hingga 2,3 juta ton. Kami akan terus berusaha untuk mengamankan kontrak dan memastikan pemasukan beras sebelum batas waktu Desember 2024,” jelas Bayu.
Terkait kemungkinan adanya penugasan tambahan kuota impor beras, Bayu menyatakan bahwa Bulog siap untuk mengatur proses tersebut dengan profesional jika diberikan penugasan tambahan. “Kami akan menyusun jadwal dan rencana secara detail. Saat ini, kami fokus pada realisasi penugasan yang ada, dan jika ada tambahan, kami akan mengatur prosesnya dengan baik,” imbuhnya.
Bayu juga menambahkan bahwa negara-negara asal impor beras, termasuk Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Pakistan, telah menunjukkan komitmennya untuk menyuplai beras ke Indonesia. Namun, kontrak untuk 900 ribu ton sisanya belum sepenuhnya terlaksana.
“Semua negara yang kami tawarkan sudah memberikan komitmen untuk mengirimkan produksi beras mereka. Kami berharap bisa segera menyelesaikan kontrak untuk 900 ribu ton tersebut,” tutup Bayu.
(N/014)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan para finalis dan pemenang Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Medan 2026 ag
PEMERINTAHAN
MEDAN Musyawarah GM FKPPI Sumatera Utara menetapkan Dedi Rizaldi kembali terpilih sebagai Dansatgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara untuk
NASIONAL
MEDAN Institut Bisnis dan Komputer Indonesia (IBKI) Medan menjalin kerja sama dengan Yayasan Basmi Kemiskinan Selangor, Malaysia, untuk
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah tersangka Nurman Herin di Bandung, Jawa Barat, dalam penyidikan kasus dugaan tindak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Mud
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Penemuan 995 airsoft gun di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menjadi perha
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Mistar Ritonga, membantah dugaan adanya tandatanda penganiayaan pada tubuh wanita berini
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengakui kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara berdasarkan hasil
PENDIDIKAN
JAKARTA Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai hasil survei opini publik dapat menjadi salah satu bahan evaluas
POLITIK
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jayapura, Papua, menyusul k
NASIONAL