Sekda Medan Serahkan Rp50 Juta untuk Renovasi Masjid Istiqna, Dukung Pemberdayaan Masyarakat
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan fasilitas ibadah dan pemberdayaan masyarakat. Dalam
PEMERINTAHAN
BOGOR -Drama penegakan hukum kembali mewarnai berita hari ini dengan tertangkapnya Yusup Sulaeman, seorang pria yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan melakukan pemerasan terhadap pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor. Penangkapan ini mengungkap modus penipuan yang menggegerkan masyarakat dan menimbulkan tanda tanya besar terkait integritas aparat penegak hukum.
Pura-Pura Pegawai KPK, Yusup Beraksi di Bogor
Yusup Sulaeman ditangkap di kawasan Bogor pada Kamis (25/7/2024) setelah KPK menerima laporan mengenai pemerasan yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas KPK. Menurut informasi yang diperoleh, Yusup memanfaatkan identitasnya sebagai pegawai KPK gadungan untuk menekan dan meminta sejumlah uang dari pegawai Pemkab Bogor.
“Setelah mendapatkan informasi mengenai pemerasan ini, kami langsung menerjunkan tim gabungan dari penyelidik, penyidik, dan inspektorat,” kata Tessa Mahardhika, juru bicara KPK. Tessa menjelaskan bahwa awalnya KPK menduga ada enam orang yang terlibat, namun setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata Yusup beroperasi seorang diri.
Barang Bukti yang Mengejutkan
Ketika Yusup diamankan, KPK menemukan barang bukti yang cukup mencengangkan, termasuk uang tunai senilai Rp 300 juta, satu unit iPhone, dan sebuah mobil mewah Porsche dengan pelat nomor B 1556 XD. Temuan ini mempertegas bahwa tindakan Yusup bukan hanya sebuah penipuan kecil-kecilan, melainkan sebuah aksi yang dirancang dengan matang.
“Yusup menggunakan rompi yang menyerupai rompi KPK sebagai bagian dari modus operasinya. Namun, kami belum menemukan bukti bahwa dia merupakan pegawai KPK atau bahwa ada keterlibatan pegawai KPK asli dalam kasus ini,” jelas Tessa.
Pemeriksaan Intensif dan Potensi Dugaan Korupsi
Setelah penangkapan, Yusup dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa secara intensif. Pemeriksaan berlangsung hingga tengah malam, dan Yusup dikenakan borgol saat meninggalkan gedung. Selanjutnya, ia dibawa ke Mapolres Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Dalam pengakuannya, Yusup sempat memberikan pernyataan yang mengejutkan. Ia mengklaim bahwa ia mengetahui “dosa-dosa” pejabat dari e-katalog dan menyebutkan beberapa rincian terkait anggaran dan proyek. Namun, ia dengan tegas membantah niat untuk melakukan pemerasan, meskipun barang bukti yang ditemukan menunjukkan sebaliknya.
Langkah Selanjutnya dan Implikasi
KPK masih akan mendalami lebih lanjut mengenai kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dan potensi adanya tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Bogor. “Jika ditemukan adanya indikasi ke arah tindak pidana korupsi, kami tidak akan ragu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Tessa.
Kasus ini menggugah perhatian publik mengenai bagaimana penipuan dan pemerasan bisa dilakukan dengan memanfaatkan nama besar institusi yang memiliki reputasi tinggi. KPK berkomitmen untuk menjaga integritas lembaga dan akan terus menyelidiki untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam kasus ini.
(N/014)
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan fasilitas ibadah dan pemberdayaan masyarakat. Dalam
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk melakukan transformasi besarbesaran di kawasan Medan bagian Utara. Salah satu langkah kon
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi belajar mengaji, terlebih di lingkung
PEMERINTAHAN
MEDAN Suasana Terminal Amplas, Medan, tampak penuh semangat dan haru saat Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi melepas ribuan warga dalam
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berba
PEMERINTAHAN
MANDAILING NATAL Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya isu di media sosial dan medi
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Sebuah insiden tragis terjadi di Pasar Kaget, Jalan Jend. Ahmad Yani, Binjai Kota, pada Minggu malam (15/3/2026), ketika sebuah m
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN Tim Pamapta 2 Polres Padangsidimpuan, yang dipimpin oleh Ipda Wini Simatupang, berhasil mengembalikan seorang anak perem
NASIONAL
ACEH UTARA Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., melakukan peninjauan langsung ke Pos Pelayanan Operasi Ketupat 2026 d
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap perantau asal Sumatera Utara (Sumut) yang seda
NASIONAL