Eggi Sudjana Geram Disebut “Dibeli Jokowi” dan “Tuyul” Oleh Roy Suryo: “Saya Bisa Gebukin!”
JAKARTA Advokat senior Eggi Sudjana meluapkan kekesalannya setelah dilecehkan dan dilabeli dibeli jadi pengkhianat serta disebut tuyu
HUKUM DAN KRIMINAL
SLEMAN -Sebuah tragedi mencekam terjadi di Kapanewon Nggalik, Kabupaten Sleman, yang mengejutkan warga sekitar. Seorang anak berusia 22 tahun berinisial FPN dilaporkan menganiaya ayahnya dengan menggunakan benda tumpul hingga akhirnya mengakibatkan kematian sang ayah. Kejadian tragis ini telah mengundang perhatian luas, terutama karena kasusnya terkait dengan kemungkinan gangguan kejiwaan yang dimiliki pelaku.
Polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah tempat kejadian menemukan beberapa bukti krusial, termasuk surat rujukan ke rumah sakit jiwa. Namun, belum ada kesimpulan pasti apakah FPN benar-benar menderita gangguan jiwa atau tidak. “Ketika kita melakukan penggeledahan rumahnya, kita menemukan bahwa yang bersangkutan pernah berobat di Rumah Sakit Islam, RSI, dan ada rujukannya ke Grhasia,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, dalam keterangannya kepada media pada Selasa (23/7).
Pihak berwenang kini tengah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk melakukan observasi lebih lanjut terhadap kondisi kejiwaan FPN. “Kita meminta observasi dari Grhasia untuk menentukan kondisi yang bersangkutan,” tambahnya.
FPN, yang tinggal berdua dengan ayahnya setelah ibunya meninggal dunia, diduga terlibat dalam insiden tragis ini akibat emosi yang tidak terkendali. “Motifnya kita tanya para saksi, si pelaku mengakui emosi. Pelaku ini memiliki beberapa keinginan yang tidak dipenuhi oleh orang tuanya,” jelas Adrian.
Saat diinterogasi oleh penyidik, pernyataan FPN diketahui berubah-ubah. Dia mengakui telah meminta ayahnya untuk memberikan pekerjaan dan bahkan meminta perangkat PlayStation. “Baik itu kebutuhan sehari-hari maupun keinginannya. Ya, ada yang bilang ingin kerja, ada yang minta PlayStation,” ujarnya.
Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman mendalam terhadap kondisi psikologis seseorang, terutama dalam menghadapi situasi yang melibatkan tindak kekerasan dalam lingkungan keluarga. Polisi akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta yang lebih dalam terkait kasus ini, sementara masyarakat dan pihak terkait berharap agar keadilan dapat ditegakkan sesuai dengan hukum yang berlaku.
(N/014)
JAKARTA Advokat senior Eggi Sudjana meluapkan kekesalannya setelah dilecehkan dan dilabeli dibeli jadi pengkhianat serta disebut tuyu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menjelang bulan suci Ramadan, suasana di desadesa Jawa menjadi lebih hidup. Aroma masakan khas, suara doa, dan kebersamaan warga
SENI DAN BUDAYA
TANGERANG Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menegaskan dukungannya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) t
POLITIK
TANGERANG Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri mendukung perjuangan buruh, terutama terkait hakhak da
EKONOMI
JAKARTA Konsultan jantung anak senior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, menjadi sor
KESEHATAN
ACEH Menjelang datangnya Ramadan 2026, suasana di pusat ibu kota Kabupaten Aceh Barat Daya kian semarak. Ratusan warga dari berbagai dae
PARIWISATA
JAKARTA Barongsai menjadi salah satu ikon paling dikenal dalam perayaan Imlek. Dalam budaya Tiongkok, singa melambangkan kekuatan, kebij
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji membantah pernyataan Presiden ke7 RI Joko Widodo yang menyebut revisi UndangUndang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat kasus bunuh diri anak di Indonesia menempati peringkat tertinggi di Asia Teng
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGERANG Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan buruh peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan milik Polri untuk
KESEHATAN